Mommy's World

My world about breastfeeding and parenting

Nice to meet you!

Owner @AuraBatik | Mompreneur - Vlogger - Blogger - Loves Cooking & WomenPreneurCommunity | Coffee Addict | caroline.adenan@gmail.com
Oline

What Read Next

Tips Mendidik Anak ala Bunda Oline



Tips mendidik anak berbeda antara ibu yang satu dengan ibu yang lain, dan tidak semua pola pendidikan  berlaku pada anak yang lain bahkan jika itu adik dan kakak. Seperti kodratnya, anak adalah titipan dari Allah SWT, dimana orangtua harus bisa menyayangi dengan penuh kasih sayang, mendidik menjadi anak yang berbakti serta membimbing anak ke jalan yang benar. Yang menjadi kendala bagi orang tua adalah minimnya kemampuan mengendalikan emosi anak dan diri sendiri.

Kenapa saya bilang mengendalikan emosi? Karena pada umumnya, salah satu pasti ada yang emosi, misalnya anak tidak mau menghabiskan makanannya, kita memarahi karena makannya tidak habis. Ada anak yang menghabiskan makanannya, kita memarahi karena makannya terlalu lama. Ada anak yang makannya cepat, kita memarahinya karena makannya belepotan. Sedangkan kebalikannya, misalnya ada mainan kita tidak membelikannya, anak marah dan ngambek karena tidak dibelikan padahal adiknya dibelikan mainan. Nah untuk mengatasi hal ini, ada orang tua yang membaca buku tentang cara mendidik anak, ada yang ikutan webinar gratisan di internet, ada yang search di youtube dan ada juga yang mencari di Google dan menemukan artikel ini, sama seperti yang kamu lakukan sekarang 😊


Kalau saya pribadi, ada beberapa hal yang saya junjung tinggi dalam mendidik anak, dan hal ini saya lakukan mulai dari Narend (anak pertama saya) lalu Rissa (anak kedua saya) dan jujur saja pola pendidikannya berbeda karena antara Narend dan Rissa berbeda gender dan umur sehingga saya harus berfikir ekstra, dibawah adalah 7 tips mendidik anak ala saya.

1. Punishment and Reward

Saya dan suami selalu berfikir dengan logika untuk hal ini, jika anak melalukan apa yang kami minta dengan baik, pasti kami akan selalu memberikan reward, mulai dari ucapan terima kasih ataupun berupa barang (yang dia butuhkan atau minta saat ini). Sebaliknya, jika anak berbuat hal yang tidak baik bahkan membangkang, kami memberikan hukuman mulai dari memarahi secara sponton, memotong uang jajan sampai menyita mainan kesukaannya di gudang.

2. Mulai Mendengarkan Anak

Jujur beberapa kali saat anak melakukan kesalahan, saya langsung memarahinya tanpa menanyakan alasannya, karena biasanya saya sedang mumet. Namun beberapa kali saya berusaha untuk tenang, lalu bertanya ke anak tentang alasan kenapa melakukan kesalahan. Dan setelah itu, jika alasannya masuk akal, anak akan mengikuti permintaan kita dengan baik.

3. Panggil Nama Anak Dengan Jelas

Pernah memanggil anak dengan sebutan (kamu, kakak, adik, si kecil, dll selain namanya) ? Jika iya, cobalah memanggil nama anak secara langsung. Karena hal tersebut menandakan bahwa kita sebagai orang tua menjadi respek kepada anak, sehingga anak juga akan respek kepada orang tua.

4. Hindari Berteriak Kepada Anak

Kalau ada survei, dari 100 orangtua, pasti kurang dari 5 orangtua yang tidak pernah berteriak kepada anaknya, karena jika kamu sering berteriak kepada anak, anak kamu akan merasa takut, sehingga merasa kesal dan malahan tidak mau mendengarkan permintaan kita. Cobalah untuk berbicara dengan tenang dan jika harus berteriak, hanya sebatas memanggil dan tidak memarahinya.

5. Orangtua adalah Guru Terbaik

Anak-anak itu seperti gelas kosong, mereka selalu mencontoh orangtuanya, apapun itu mulai dari tindakan ataupun kata-kata. Jadi walaupun kita sebagai orangtua tidak sempurna, usahakan semua yang kita lakukan itu dapat memberikan contoh yang baik, sehingga bisa menjadi panutan bagi anak.

6. Negoisasi

So far untuk metode ini cukup efektif. Saya terapkan metode ini untuk kedua anak saya.

7. Konsisten

Yang terakhir ini yang paling sulit, kenapa? Karena kita bisa melakukan 5 hal diatas dengan cepat, namun belum tentu bisa melakukan dengan konsisten. Kalau saya dan suami, kuncinya adalah saling mengingatkan, jadi jika saya lupa, suami akan mengingatkan, jika suami lupa, saya yang mengingatkan. Saat konsisten, anak tidak akan merasa bingung, dan jika dilakukan berkali-kali, si anak akan ingat dengan sendirinya.

Gimana dengan tips mendidik anak ala saya moms? Tidak sulit kan (kecuali nomor 7), kalau kamu konsisten, saya yakin anak akan menjadi lebih baik. 

Semoga tips diatas berguna dan bermanfaat, memang sih tidak ada jaminan 100% berlaku dengan anak anda, namun tidak ada salahnya untuk mencoba. 


Jika moms punya tips mendidik anak yang lebih baik, silahkan comment dibawah ya.

Comments

Contact Form

Name

Email *

Message *