My world about breastfeeding and parenting

Sunday, February 1, 2015

Makanan Instan? No Way!

Saya sekeluarga memang paling pantang makan makanan instan. Buat saya, suami terlebih untuk Narend. Sejak saya kecil saya memang tidak pernah dibiasakan makan makanan instan sih oleh mama saya. Apalagi tuh yang namanya mie-mie instan. Makanya, sejak lahir si Narend, saya dan suami berkomitmen pokoknya anak kita nanti gak boleh dibiasain makan makanan instan kayak KFC, McD, mie rebus kek (kalau gak kepepet), nugget-nuggetan, ah pokoke semuanya yang instan-instanlah.

Makanan Instan (Source : Google)
6 bulan berlalu dan sampai sekarang, faktanya saya belum dapet asisten rumah tangga dong :D Kami kerepotan abiss di rumah. Bangun pagi demi mengejar pekerjaan beres sebelum jam 10 siang. Kenapa jam 10? Karena jam 10 adalah waktunya saya membagi waktu saya dengan business yang saya geluti. Cek email, balas orderan, cek design, dan sebagainya. Saya dan suami selalu kerja estafet. Jam berapapun jam tidur kami, mau jam 1 pagi, mau jam 2 pagi, kami tetap harus bangun jam 6 pagi. Ya karena Narend bangunnya sudah lebih dulu jam 6 pagi :D Mau gak mau dia pasti membangunkan kami. 

Nah, karena Narend sekarang sudah makan MPASI, otomatis saya harus siap sedia makanan untuk Narend minimal jam 8 pagi. Kondisi jam 8 pagi itu saya udah harus mandi, masak makanan untuk pagi, nyuci, ahh pokoknya kerja serabutan deh :))
Ya kalau ada MPASI di freezer sih tinggal dihangatkan aja. Tapi kalau gak, kasihan Narend, harus menunggu pekerjaan saya selesai di dapur. Sementara kan saya harus melayani bapak'e dulu untuk menyiapkan makanan pagi :D Apalagi kalau suami masuk kantor jam 7 pagi. Nah kebayang kan double job pekerjaan saya :D (Eh tapi kok saya gak kurus-kurus ya?) wkwkkk... *abaikan*

Nah, sejak 6 bulan itu, saya mulai memperkenalkan makanan bubur bayi instan ke Narend. Bubur bayi instan yang pertama saya perkenalkan yaitu Bubur Bayi Milna. Kenapa Milna? Hmm... alasannya waktu itu pertama, bubur Milna variannya banyak. Kedua, harganya terjangkau banget :D. Ketiga, mudah didapatkan di minimarket seperti Giant atau Farmers Market dekat lokasi rumah saya.


Saya suka memberikan bubur Milna ini untuk Narend, karena pilihan rasanya banyak. Ada Semur Daging Kacang Polong, Tumis Hati Ayam Brokoli. Dan yang paling Narend suka ada rasa Beef Teriyaki. Kalau dia makan teriyaki itu bisa habis 1 mangkuk penuh dia :) Nambah and nagiih terooos. Soalnya aromanya juga enak sih, seperti teriyaki beneran. Dan bentuknya juga beda. Bukan bubuk seperti biasa. Strukturnya masih kasar. Jadi Narend masih ada usaha untuk mengunyah makanannya.

Sekarang Narend sudah berusia hampir 1 tahun. Sekarang sudah jarang sih makan makanan bubur Milna ini. Hampir seringnya saya sengaja "mau repot" untuk membuat MPASI homemade untuk Narend. Karena, bubur Milna ini udah gak mempan lagi buat Narend, hahaa... Dulu sekali porsi makan sih cuma 5 sdm. tapi kalau sekarang kudu 10 sdm. 2 kali lipatnya. Dan itu juga si Narend gak kenyang :) Harus ditambah dengan pisang atau cemilan lainnya.

So far sih si Narend cocok aja dengan bubur Milna ini. 

Iya. Saya itu sengaja membuat Narend sekenyang-kenyangnya. Karena dengan perut Narend kenyang, otomatis tidurnya juga jadi lebih cepat dan lebih nyenyak. Namanya juga saya lagi program penggemukan badan si Narend. Jadi apa aja ya saya kasih ke dia. Supaya badannya bisa memenuhi grafik standard pertumbuhan. Karena sekarang berat badannya kurang dari 10 kg *hiks*. 

Dalam 1 hari saya biasa membuat jadwal 4x makanan utama. Diselingi dengan makanan snack biskuit ataupun buah pisang. Itupun kalau pisangnya gak langka :) Saya biasa memberikan pisang cavendis untuk Narend. Karena pisang cavendis paling enak, manis dan lembut untuk diberikan kepada bayi. Dan Narendnya juga suka tuh. 1 buah pisang bisa habis sendirian. Kalau dia lagi lahap dan lapar :)

Jadi, kalau kepepet, saya tetap memberikan makanan instan ke Narend. Tapi tidak untuk jangka waktu yang lama. Saya bukan orangtua yang orthodocs dan pro sekali dengan homemade. Ya realistis ajalah. Kalau anak laper masa iya saya biarkan meraung-raung nangis di pojokan :) Ya kalau ada makanan instan seperti bubur Milna ini ya saya berikan saja, sebagai selingan, menunggu MPASI homemade nya selesai saya buatkan.

Oya, saya hampir lupa. Bubur Milna ini juga jadi alternatif solusi buat saya ketika saya keluar kota. Saya pernah bawa-bawa MPASI homemade saya keluar kota. Saya udah capek-capek buat dari 1 hari sebelumnya, mana banyak pula, eh keesokannya karena gak bawa steamer (pemanas), jadi basilah dia :( Nangis boombay deh saya. Untunglah saya dan suami selalu siap sedia bubur Milna ini. Sebagai solusi. Tinggal seduh dengan air panas, aduk-aduk, sajikan deh.

Ini ceritaku tentang makanan bubur bayi instan. Apa ada punya pengalaman yang serupa? Share ke aku ya :)


2 comments:

  1. waktu olive kecil juga cemilannya Milna , tapi tetep makanan pokonya suka bikin bubur buatan emaknya :)

    ahh narend cepet gedee yaa :)

    ReplyDelete
  2. Iya nih, kalau Milna ada yang versi gak halus, baby Naren bisa lebih kenyang nih ^^

    ReplyDelete

Bookmark Us

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search

The Urban Mama

Mau email update seputar MPASI ?

Artikel yang banyak dibaca Bunda

Nyari Seputar apa Bunda ?

Menu Utama

Copyright © Mommy's World | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com