My world about breastfeeding and parenting

Monday, August 10, 2015

Nutrisi dan Stimulasi Terbaik untuk Tumbuh Kembang Anak

Setiap anak itu unik. Setiap perkembangannya pasti melewati fase yang bermacam-macam. Dan gak ada satu teori yang benar-benar cocok untuk setiap anak. Karena itulah saya selalu aktif di berbagai kegiatan parenting ataupun talkshow yang berhubungan dengan tumbuh kembang anak. Saya selalu antusias menghadirinya. Salah satunya kemarin tanggal 10 Agustus 2015, saya dan pasukan (suami dan Narend) menghadiri acara Sharing Moment bersama Tabloid Nakita dan Ultra Mimi. Berlokasi di Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading, Jakarta Utara. Acaranya sih sesuai jadwal pukul 9 pagi. Tapi saya (baru) sampai di lokasi sekitar pukul 10 pagi. Alhamdulillah acara belum dimulai. 


Sesi awal diawali dengan pemutaran video dari Ultra Mimi, tentang pentingnya susu untuk tumbuh kembang anak. 

Bapak Kemal dr @UltraMimiID menjelaskan Seputar Susu serta peranan nutrisi susu kepada anak 

Susu segar merupakan sumber pangan dengan kandungan gizi paling sempurna. Dan Indonesia hanya mencapai 13%, paling rendah dibandingkan dengan negara Asean lainnya. Indonesia termasuk negara yang mengkonsumsi terbanyak di Asean, yaitu sekitar 70%. 

Ini berbagai jenis-jenis susu. Kelihatan gak? :)


Dibawah 1 tahun, ASI utama dan susu sebagai pelengkap. Pentingnya susu bagi balita yaitu :
  1. Sumber utama nutrisi. ASi yang terbaik, nutrisi lengkap dan seimbang. Manfaat non nutrisi (emosional sebagai saran bonding antara ibu dan bayi). 
  2. Makanan padat sebagai pendamping.
Diatas 1 tahun :
  1. Sebagai sumber utama nutrisi, makanan padat.
  2. Susu sebagai pelengkap.
Sistem Pengemasan Ultrajaya

Ultrajaya juga punya peternakan di Bandung Selatan dan semua secara otomatis. Susu cair dikirimkan di hari yang sama setelah pemerahan. Kemasan antiseptik melindungi dari panas dan bakteri. Untuk penyimpanan, mas Kemal menyarankan untuk menyimpan susu dalam temperatur kamar maksimal 10 bulan saja lamanya. Dan jika susu mau dirasakan hangat-hangat, bisa direndam dalam air hangat jadi lebih enak. 

Sesi berikutnya adalah sharing session bersama Dr. Markus M. Danusantoso. Tentang gizi yang seimbang. 

Dr. Markus M. Danusantoso
Tumbuh kembang anak itu dipengaruhi oleh nutrisi, lingkungan dan stimulasi. Untuk anak usia 1-3 bulan minimal mengkonsumsi 100 kal/kg/hari. Untuk usia 4-6 tahun 300 kal/kg/hari. 

Sekarang kita bahas soal nutrisi. Ada 4 yang menjadi concern soal nutrisi yaitu :
  1. Diet gizi seimbang
  2. Menunjang tumbuh kembang anak (motorik, sosial emosional, kognitif dan bahasa, serta oromotor)
  3. Variasi menu, rasa, dan bentuk penampilan yang baik
  4. Sesuai pola makan keluarga sehari-hari.
Lalu apa maksud dan manfaat dari diet seimbang (balanced diet)?
  1. cukup kalori, protein, lemak, vitamin dan mineral.
  2. agar tubuh sehat dan energi optimal
  3. resiko penyakit jantung atau degeneratif atau kanker menurun
  4. sesuai anak dan aktivitas fisik
Untuk anak yang malas makan, malah jangan dikurangi porsi makannya. Justru harus ditambah. Untuk anak yang tidak mau makan, bukan berarti gak mau makan, bisa jadi cara memberi makannya yang salah. Hati-hati, untuk anak yang banyak makan tapi sering pup, harus dicek dulu di dokter, bisa jadi terkena diare. Yang kita pikir normal, karena makannya banyak, pupnya sering, tapi ternyata itu bisa jadi salah satu penyakit (diare).

Gizi seimbang itu bisa mendukung motorik, sosial, emosional, kognitif, dan oromotor. Ada seorang pasien punya anak usia 2 tahun, datang ke Dr. Markus, yang punya problem hanpir sama dengan saya, anaknya susah makan.

Dr. Markus : Usianya berapa bu?
Pasien : 2 tahun dok. Anak saya kok gak gemuk-gemuk yah?
Dr. Markus : Kenapa bubur? Kenapa gak nasi?
Pasien : Habisnya gak mau makan nasi sih dok! Lama juga ngunyahnya. Saya kasian. Akhirnya saya bikin bubur kasar aja deh. Maksudnya yang penting dia makan gitu dok.
Dr. Markus : Lhaa bu, 2 tahun jangan dikasih makan bubur lah bu! Anak 2 tahun harus sudah makan nasi. Jangan dibiasakan makan bubur. Karena anak selalu tumbuh dan perlu makan nasi. Bubur dan nasi kalorinya itu beda. Lebih banyak ada di nasi. 

Adalagi kasus dari seorang pasien, yang punya anak usia 3 tahun, tapi minumnya masih pakai dot. Dr. Markus menyarankan untuk kurangi penggunaan dot, dan gunakan sedotan dan mulai dibiasakan minum dari gelas langsung. Iya, rules yang saya buat itu di rumah, saat ini saya sudah sosialisasi gelas ke Narend. Setiap hari dia minum selalu menggunakan sedotan. Sejak usianya 1 tahun, saya sudah biasakan minum pakai sedotan. Minum pakai dot hanya untuk minum susu saja saat mau tidur. Alhamdulillah sih Narend sudah mulai terbiasa pakai sedotan. Dan minum pakai dot kalau minum susu saja. Tapi minum pakai gelas sih masih belum bisa dianya. Habis diminum dikulum di mulut, lalu dibuang :D

Dalam konsep nutrisi jika perlu variasi menu, rasa dan bentuk makanan. Usahakan anak selalu makan bersama kita (orangtuanya) dan bahkan menu makannya sama. Jika beda, ia akan merasa 'Kok menu saya beda sih dengan orangtuaku? Pasti kalau udah seperti ini, si anak cuma mau makan di piring kita aja. Hahaa. iya banget. Sejak saya konsultasi dengan Dr. Markus beberapa bulan lalu, saya selalu mempraktekkan apa yang dokter Markus sarankan. Saya selalu membiasakan makan bersama. Dan menunya sama. Bahkan terkadang saya ambil 1 piring dengan menu makanan saya dengan porsi agak lebihan. Lalu saya mengajaknya makan. Biasnaya Narend maunya makan sendiri. Ambil sendok saya dan langsung mengambil nasi di piring saya sendiri. Alhamdulillah so far berhasil. Tapi gak boleh dipaksakan. Kalau ia sudah kenyang, saya stop saja. Berantakan? Iya banget! Tapi demi anak mau makan, saya mah rela aja. 

Dulu saya pecinta pedas banget. Masak aja semua menu pasti ada rasa pedasnya. Tapi sejak Narend 1 tahun dan sudah mengerti harus makan makanan dewasa, saya harus mengalah. Yang setiap hari saya selalu menyiapkan sambel, jadi berkurang porsinya. Malahan kalau mau sambel, saya udah gak bikin sendiri lagi. Tinggal beli sambel terasi sachet-an, selesai deh. Cuma memang rasanya sih gak sama. Enakan ngulek sendiri :)

Food guide piramid ini sebagai acuan komposisi gizi anak sesuai dengan umurnya. 
 

Makan itu harus seimbang. Jangan makan buah 3x tapi makan bubur 1x. 

Berikut ini adalah kelompok makanan dalam diet gizi seimbang (food Guide Pyramid)

  1. Biji-bijian : Nasi, roti, sereal, pasta (gandum). Biji-bijian ini sebagai sumber vitamin, mineral dan serat.
  2. Sayur mayur :  sayur segar, beku, kalengan, dan jus. Sayur mayur sebagai vitamin A dan C, mineral dan serat.
  3. Buah-buahan : buah segar, beku, kalengan dan jus. Buah-buahan sebagai sumber vitamin A dan C,
  4. mineral (potasium) dan serat.
  5. Susu : susu formula, UHT, keju dan yoghurt. Susu sebagai sumber vitamin A dan D,mineral (kalsium) dan protein.
Jus yang diberikan ke anak harus jus segar, jangan jus kalengan. Begitu juga dengan daging. Gak boleh hasil olahan, seperti olahan seperti kornet, sarden, dan sebagainya.
Untuk menu juga diusahakan bervariasi. Pagi makan roti, siang makan nasi, malam makan daging. Kalau anak sudah tidak mau makan, coba ubah tampilannya menjadi nugget, anak-anak pasti suka. Nah, disinilah pentingnya orangtua itu kudu bisa masak, kudu bisa bikin bento. Supaya anak-anak tetap bisa nafsu makan. Sayapun sekarang lagi intip-intip menu Bento. Menjadi bekal saya saat Narend memasuki usianya 2 tahun nanti (bulan februari 2016 mendatang). 

Dr.Markus juga menyarankan untuk ubah kebiasaan masak. Yang biasanya kita masak pakai margarine, sekarang coba masak dengan menggunakan minyak goreng. Karena minyak goreng itu adalah sumber lemak. Berarti warning banget ya buat emaknya, kudu pengurangan penggunaan minyak goreng karena udah overweight :D

Anak kita sudah berusia lebih dari 1 tahun, yakin ASI kita cukup gizi? Jangan terlalu yakin mommies. Selain kita atur pola makan si kecil, kita juga bisa menambahkan susu cair agar gizinya seimbang. Susu UHT itu memang aman dari bakteri, tapi jumlah kalorinya kurang.  Kalau anak suka minum UHT, perbanyaklah jumlah makan, karena susu UHT rendah kalori. Makin banyak aktivitas fisik, makin banyak makan, bukannya makin banyak susu ya mommies. Kalau anak terlalu banyak minum susu, anak malah tidak belajar mengunyah, dan jadinya malas makan. 

Dr. Markus juga menyarankan, jangan diberikan susu Pediasure jika ingin anak kita gemuk karena doyan makan. Atau jangan diberikan kepada anak yang sudah overweight. Susu Pediasure itu tinggi kadar gulanya. Menyebabkan si anak jadi malas bergerak, malas makan dan cepat gemuk. Rata-rata anak naik 2 kg per tahun. Dan tingginya 7-10 cm per tahun. 


Anak belajar berenang bukan saat dewasa ya mommies. Tapi mulai usia 3 tahun sudah bisa diajarkan berenang. Dan untuk stimulasi mata maksimal 6 bulan. Supaya anak bisa mengenal warna dengan baik. 

Kalau kita sebagai orangtua baru bisa berbicara umur 3 tahun, bukan berarti anak kita umur 3 tahun baru bisa bicara juga. Itu namanya butuh stimulasi mommies. Jadi jangan berpikir, ahh pasti ini turunan dari orangtuanya. Santai aja! Itu salah. Gak ada yang namanya keturunan. Semua harus distimulasi. 
Berikan kebebasan kepada anak untuk bisa mengeksplorasi. Saat anak salah baru kita beri pengertian. 

Ini adalah contoh stimulasi yang baik :
  1. Dilakukan dalam bentuk bermain bersama orangtua, anggota keluarga lain, pengasuh, anak-anak lain, dan sebagainya.
    Stimulasi semua domain dilakukan bersamaan dengan aktivitas fisik (motorik kasar), dan libatkan anak mulai dari persiapan hingga aktivitas selesai. Misalnya, main lempar-tangkap bola.
  2. Saat bermain :Arahkan bola ke kiri dan ke kanana, mantul ke tanah dll agar anak melompat, lari dll. Ajak anak bicara dan tertawa.
  3. Setelah bermain :Ajak anak untuk membereskan bola-bola, melepas baju dan celana yang kotor, ganti baju yang bersih, simpan di tempatnya, dll. Ajak anak bicara dan bercerita pengalaman bermain tadi.
  4. Mengajak bermain di luar rumah (outdoor play)
  5. Mengajak anak bermain bersama anak-anak lain.
Ini ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan yang tidak sesuai dengan prinsip diet gizi seimbang, dan tidak sesuai dengan perkembangan anak :
  1. Suatu kelompok makanan dikonsumsi berlebihan
  2. Sering makan cemilan sehingga menjadi makanan utamanya berkurang.
  3. Menu makanan kurang bervariasi, kurang rasa, penampilan tidak menarik. Setiap hari makanya saya suka pusing menentukan menu makanan untuk si Narend. Kalau untuk Daddynya sih santai aja, bikin menu apa aja juga jadi untuk bekal ke kantor. Yang bikin pusing itu saya harus mengatur menu, gimana caranya setiap hari gak boleh sama. Lalu setiap sesi (pagi, siang dan malam), juga harus bervariasi. Terkadang soal penampilan belum terlalu diperhatikan.Terkadang justru saya hanya concern kepada rasa dan cara makannya aja. Tapi ternyata menurut Dr. Markus tampilan makanan itu penting. Yah sama aja ya kayak kita dewasa, kalau kita lihat garnish suatu makanan di resto atau cafe oke, pasti bikin nafsu makan :) Logikanya seperti itu aja.
  4. Minum susu skim (tanpa lemak), minum masih dengan botol. Udah jelas-jelas anak kita kurus, tapi dikasih susu yang low fat. Ya gak boleh dong. 
  5. Hindari kebiasaan mengajak anak makan di restoran cepat saji (fast food)
  6. Kurangi aktivitas yang tidak berhubungan dengan fisik, seperti main game, les piano, dsb. Usahakan berikan aktivitas fisik. 
  7. Hindari kebiasaan makan yang berlama-lama sambil jalan-jalan, baca, nonton TV, main, dll.
Biasanya anak yang full ASI katanya lebih mudah makan ketimbang anak yang minum susu formula atau susu formula dan ASI (campur). Tap tidak semuanya tipe anak sama. Tergantung kondisi si anak juga.

Nah, kesimpulan dari materi Dr. Markus tentang tumbuh kembang anak, ada beberapa yang menjadi concern utama, nutrisi dan stimulasi untuk tumbuh kembang alami dapat dicapai dengan cara :
  1. Diet gizi seimbang dan minum susu
  2. Tingkatkan aktivitas fisik
  3. Ajak anak beraktivitas bersama seperti main, makan, baca buku, dll.
  4. Stimulasi semua doain perkembangan secara bersamaan.
Mendengar paparan Dr. Markus dari awal sampai akhir, saya merasa banyak kurangnya dalam mendidik Narend. Ada kalanya saya masih lengah dalam hal pemberian makan. Banyak banget yang saya pelajari dan hal baru untuk saya dan suami. 
  1. Soal makan, ke depannya, saya harus mulai memperhatikan dari sisi penampilan makanan. Mau coba siapa atau Narendnya jadi nafsu makan. Udah beli sih buku bentonya tinggal dipraktekkan aja.
  2. Soal menu, terkadang saya masih sama aja, menu dari pagi, siang, dan malam. Karena kan saya masak sendiri di rumah. Saya gabungin dengan menu makanan untuk bapaknya :( Pernah saya mencoba untuk menu makanan berbeda. Akhirnya saya kecapean sendiri di rumah. Di dekat rumah sih (tetangga), ada yang punya anak yang usianya hampir sama dengan Narend, cuma beda 1 bulan aja. Saya tanya, makannya apa mba? Makannya masih bubur. Karena kalau nasi dia gak suka. Berarti, Narend masih oke ya hitungannya, karena dia masih mau makan nasi, lauknya juga gak milih-milih. Dan kalau menu makanan yang dia suka, kadang makannya jadi beneran banyak. Saya seneng deh liatnya. Narend itu sukanya kecap. Jadi di rumah saya lebih seringnya masak menu makanan yang berbau kecap. Daging ayam tumis kecap, atau tumis kentang daging kecap, tahu tumis kecap, dan sebagainya.
  3. Soal cara makan, perlu diperbaiki banget nih. Narend masih harus diajak main dulu nih. Ini saya akui dulunya saya agak kurang concern juga waktu Narend masig usia 6 bulan. Dia dulu kan gak betah makan di kursi makannya. Saat berontak, saya perbolehkan ia makan di lantai atau di kursi lain. Akibatnya sampai sekarang dia udah susah dan malahan gak mau lagi makan dengan kursi makannya dia. Padahal jika dilatih sejak usia 6 bulan dengan sedikit berkeras, mungkin bisa kali ya. 
  4. Alhamdulillah saya sudah menerapkan untuk Narend bisa mandiri. Setelah ia mandi, saya biasakan ia membawa sendiri pakaiannya yang kotor, agak dibawa ke laundry basket pakaian kotor. Untuk mainan yang berantakan, saya disiplinkan ia untuk membereskannya kembali. Ia sih, beres, tapi cuma 1 atau 2 mainan aja yang diperbaiki. Selebihnya saya-saya juga yang beresin :) Ya gapapa, yang penting Narend tahu konsep belajar bertanggung jawab.
  5. Kata Dr. Markus, orangtua harus bisa jadi stopper bagi anaknya. Anaknya harus bisa dididik oleh orangtuanya. Misalnya, saat ada acara formal seperti talkshow kemarin, saat anaknya guling-gulingan di lantai dan orangtuanya melarangnya, si anak haruslah mendengar warning dari orangtuanya. Saat anaknya diperbolehkan main oleh orangtuanya, si anak juga sudah harus mengerti. Karena kalau bukan orangtuanya sendiri, siapa lagi yang bisa mendidiknya?
Wah benar-benar ilmu semua ya. Gak salah deh saya mengcancel acara lain demi untuk ikut acara parenting ini. Karena bagi saya ilmu tumbuh kembang anak bisa didapatkan melalui pengajaran secara teori maupun berbagi dari yang sudah berpengalaman. Disini, di acara ini saya juga bukan hanya dapat materi tentang tumbuh kembang anak, tapi juga Narend belajar bagaimana bisa bersosialisasi dengan anak-anak lain. Belajar bagaimana berbagi mainan dan makanan dengan yang lain. 

Eh iya, sampai lupa. Di akhir acara ada pembagian doorprize, tapi sayang saya belum rejeki hiks. Eh tiba-tiba foto saya nampang di layar monitor depan sebagai pemenang lomba selfie tadi sebelum acara. Ahh senangnya. Alhamdulillah banget, bisa buat belanja bulanan ini :D




Narend dan Farah

    Tabloid Nakita, terima kasih untuk materi yang kece ini. Saya tunggu untuk materi selanjutnya ya.


    6 comments:

    1. Huaaa mak sama kita!
      Sejak 10bulan, Arman juga udah nasi.
      Ada tetangga anak sebayaan, ga mau makan mulai dr bubur sampe nasi.
      Baru ketauan, ternyata ibunya juga ga doyan makan, makanya nurun deh bakatnya, udah gitu si ibu nyuapinnya setengah hati. Masa ritual makannya di bawa jalan2, cuma bawa piring Isi makanan doang, kaga bawa minum. Piyeee ini?!
      Kalo udah makan nasi, ud lumayan gampang kalo pergi2. Hihihi

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya. Ternyata faktor makanan dengan tekstur yang salah memperlambat proses tumbuh kembangnya. Jadi jangan berpikir biar gampangnya aja makan bubur. Emang susah sihh.. susah banget malahan nyuruh anak makan NASI. But thats the process :)

        Delete
    2. iya makany sekarang aku belajar bento.. biar raffi makannya seneng xD
      duh ini sayang ya...kemaren g bisa dateng jauhhh
      tapi makasi mbak infoneeee lengkappp
      tak bookmark yaaa
      dadahh narend... ditunggu kedatangannya yaaaa

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya sayang Cha, dirimu gak datang kemarin. Banyak ilmu disini :)
        Iyaa bikin bento itu susah2 gampang ya.

        Delete
    3. acaranya keren dan sangat bermanfaat ya mbak Oline, jadi sedih gk bisa ikutan even istimewa, padahal susu mimi itu favorit anak2 lho :)

      ReplyDelete
    4. Seru pasti acaranya, semakin menambah wawasan terlebih kaitannya terhadap tumbuh-kembang anak yang begitu penting :D

      ReplyDelete

    Bookmark Us

    Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

    Search

    The Urban Mama

    Mau email update seputar MPASI ?

    Artikel yang banyak dibaca Bunda

    Nyari Seputar apa Bunda ?

    Menu Utama

    Copyright © Mommy's World | Powered by Blogger
    Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com