My world about breastfeeding and parenting

Wednesday, January 20, 2016

Belajar Sambil Bermain Bersama Morinaga Multiple Intelligence MI Play Plan

Bulan Februari 2016 besok Narend memasuki genap usia 2 tahun. Bagi saya dan suami, 2 tahun itu membutuhkan ekstra tenaga dan waktu, karena di masa inilah awal perjuangan kami. Kalau tahun pertama kami harus berjuang agar Narend bisa merangkak dan berdiri, jalan tahun kedua, setelah Narend bisa berlari dan bermain serta berinteraksi dengan orang lain, kami harus mulai bisa membagi waktu kami untuk Narend belajar karena usia 2 tahun adalah usia pembelajaran.



Jadwal Harian Narend

Memasuki usia 2 tahun, sejak 6 bulan terakhir ini saya sudah mulai memperkenalkan jadwal rutin untuk Narend, mulai jam berapa ia harus bangun, jam berapa ia harus makan, mandi, dan sebagainya, hal ini dilakukan setiap hari dan berulang-ulang. Agar saat nantinya masuk kepada usia sekolah, ia tidak kaget dan sudah terbiasa. Bahkan dipikir-pikir Narend sejak bayi pun sudah mulai sibuk lho, apalagi sekarang masuk usia batita :) Gak percaya? Coba liat jadwal harian Narend ini selama 24 jam.


Jadwal diatas tidak selalu fix seperti itu, bisa maju ataupun mundur, hal itu tergantung dari jam bangun pagi dan tidur siangnya Narend, kuncinya semua disitu. Jika ia bisa disiplin dalam hal jam tidur, jadwal lain semua akan on time dengan sendirinya. Bangun pagi tidak boleh kesiangan dan tidur malam tidak boleh terlalu malam.


Dulu jadwal saya sih cuma sibuk nyiapin makanan, nyusuin dan menyiapkan perlengkapan Narend aja, tapi karena saya sudah tidak lagi menyusui dan Narend sudah bisa berinteraksi dengan orang lain, aktivitas saya menjadi bertambah, yaitu belajar bersama Narend. Ya, setiap hari saya dan suami punya komitmen, saat Narend sudah mengerti akan apa yang kita beritahukan dan bisa mengulang-ulang suatu hal maka harus mulai mengajarkan beberapa hal dasar ke Narend seperti huruf, angka, bentuk, dan beberapa hal lain seperti binatang, kendaraan agar Narend bisa hapal, apalagi Narend sekarang sudah mulai belajar berbicara jadi setiap hari harus ada pengulangan kata baru untuk Narend. Supaya ia jadi cepat bicara.

Dulu sih waktu Narend berusia 1 tahun, saya sibuk menyiapkan makanan Narend yang teksturnya setingkat diatas bubur, tapi masih tergolong makanan padat, misalnya makanan semua saya cacah sampai halus, lalu masak seperti biasa. Bumbu dan bahan sama seperti menu makanan saya, hanya saja teksturnya saya buat lebih halus sedikit, agar ia mudah mengunyah dan menelannya. Tapi untuk sekarang,saya tidak perlu repot-repot lagi membuat makanan Narend. Sudah lebih mudah kok.

Menu Makanan Harian Narend

Waktu masih berusia 6 bulan sampai 1 tahun, saya selalu membuat berbagai macam bubur/pure sebagai makanan harian Narend, seperti Nasi Tim Hati Ayam, Nasi Tim Ikan Tuna, Bubur Nasi Tim Brokoli. Hal ini karena gigi Narend belum tumbuh, namun alhamdulillah sejak umur 10 bulan, gigi Narend sudah tumbuh dan mulai saya ajarkan untuk makan nasi (tanpa di tim) dan makanannya sudah utuh namun saya buat lunak. "Kalau sekarang gimana?", bisa dibilang semua makanan yang saya makan bisa dimakan semua oleh Narend, yup semua makanan, karena gigi Narend sudah lengkap dan dia sudah bisa mengunyah makanan yang keras.


Menu diatas adalah menu standar yang saya masak khusus untuk Narend, karena Narend sudah bisa merasakan rasa dan mengerti makanan enak dan tidak seperti apa, jadi saya harus bisa kreativitas dalam menyiapkan menu makanan setiap hari, karena pernah saya berikan menu sarapan pagi 3 hari berturut-turut, ehh malah Narend gak mau makan sama sekali loh. Oya, menu diatas tidak asal saya susun loh, tapi saya sudah berkonsultasi dengan dokter perkembangan anak (dr. Markus - RS Mitra Kelapa Gading) untuk urusan nutrisi Narend, hal ini karena memang menu diatas disesuaikan dengan berat badan Narend.


Tabel di atas, saya buat khusus untuk usia 0 sampai 24 bulan, kenapa? Yah karena Narend mau berusia 2 tahun, buat kamu yang penasaran dengan tabel perkembangan berat badan untuk anak umur diatas 2 tahun, bisa melihat langsung website WHO disini. Nah dr. Markus memberikan PR kepada saya, karena berat badan Narend hampir dibawah batas normal, dan harus membuat menu makanan cukup nutrisi, dan menu diatas adalah PR saya ke dr Markus :)


Nutrisi untuk Narend

Menurut dr. Markus, agar anak mau makan yang paling gampang yah kita sebagai orangtua juga ikutan makan, dan karena Narend sudah hampir 2 tahun jadi seluruh makanan orang dewasa sudah bisa dimakan oleh Narend, namun usahakan menggunakan sedikit garam dan gula serta hindari bumbu-bumbu dengan rasa yang tajam dan karena sudah tidak minum ASI lagi, sejak usia 13 bulan sudah mulai mengkonsumsi susu. Nah mulai dari umur 13 bulan sampai 24 bulan, saya selalu berpatokan pada informasi dibawah.


Saat konsultasi dengan dr. Markus, diberitahukan bahwa ada 6 nutrisi penting yang harus dicukupi untuk Narend atau balita umur 1-3 tahun yaitu Energi, Protein, Lemak, Karbohidrat, Serat, serta Vitamin dan Mineral.


Pasti kamu bertanya-tanya, ngapain sih dari tadi saya ngomongin soal menu makanan, berat badan, sampai nutrisi kan? :) Semua itu karena Narend termasuk anak yang aktif (bukan hyperaktif loh ya), saking aktifnya bisa dibilang apapun yang saya dan suami lakukan atau bahkan ada anak lain yang sedang bermain, Narend akan minta apapun yang kita pegang atau lakukan, bahkan mau bermain saat anak lain tidak sedang bermain loh.

Narend Play Time

Kalau ngomongin soal bermain ke anak-anak, gak akan ada habisnya, kok gitu? Iya, karena bisa dibilang untuk anak-anak 24 jam seluruh waktunya adalah untuk bermain, nah sekarang gimana pintar-pintarnya kita sebagai orang tua bisa memilih aktivitas bermain yang tidak hanya bermain, namun ada unsur belajarnya :) berhubung Narend termasuk salah satu anak yang gampang bosenan, jadi harus kreatif dalam memilih permainan untuk dia. Kalau melihat jadwal harian, Narend bermain pada jam 07:30-08:00, 09:00-11:30, 14:30-16:00, 16:30-18:30 dan 19:00-21:00 tapi sejujurnya, bisa dibilang Narend selalu bermain, stop bermainnya kalau pas tidur aja :)

Kidzooona Aeon Mall BSD - Sumber: Pribadi
 
Saya jadi ingat waktu ngajak Narend main di Kidzoona Aeon Mall BSD, disana banyak sekali permainanan yang seru untuk Narend, tiket masuknya menurut saya lumayan mahal yaitu sekitar 80rb rupiah untuk 1 jam bermain (harga sudah termasuk 1 pendamping), namun karena suami juga mau masuk untuk foto-foto, nambah 30rb jadi harus bayar 110rb untuk 1 jam bermain. Permainannya lumayan banyak loh, mulai dari kasur bola, kasur prosotan, kolam bola, miniatur kota, miniatur rumah, prosotan dan berbagai mini workshop.

Berbagai wahana bermain di Kidzoona - Sumber: Pribadi

Narend paling suka main yang kasur prosotan, bisa sekitar 10 kali lebih Narend naik turun, kalau boleh jujur sebenarnya saya agak takut untuk naik turun prosotan yang lumayan tinggi, tapi demi Narend, harus berani :)

Informasi seputar Kidzoona - Sumber: Pribadi

Nah seusai bermain, saya melihat papan informasi yang di tempel di depan, disitu tertulis bahwa semua alat-alat yang ada di taman bermain ini memang di rancang agar anak bisa mengenal 36 gerakan dasar sejak dini. Nah tidak hanya itu, ternyata alat permainan ini digunakan tidak hanya memotivasi namun juga agar kreativitas anak bisa digali, serta juga meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan pastinya memberikan peluang anak-anak agar mengerti tentang peraturan, mana yang boleh dan mana yang tidak. Tidak hanya itu, ada juga beberapa mainan yang gunanya untuk mendorong kecerdasan intelektual dan emosional anak.


Jujur saja, walaupun saya sudah membuat jadwal kegiatan harian dan bahkan menyiapkan menu makanan harian, ada 1 hal yang belum saya siapkan, yaitu menu bermain Narend. Kamu pasti bertanya-tanya, "Kok main pakai menu segala, memangnya gak bisa tinggal main saja?", jawabannya bisa, kalau kamu perhatikan, anak kecil saat diberikan apa saja, pasti akan dibuat mainan.

Di rumah, banyak sekali mainan edukasi yang saya belikan untuk Narend, namun banyak juga mainan atau benda yang dibuat jadi mainan dan minim unsur edukasinya sama sekali loh, contohnya : saat Narend umur 1 tahun, suka sekali Narend bermain-main dengan tisunya, nah tisunya diapain? Tisunya dibuang-buang dari tempat tisu, mungkin kalau orang mengira buang-buang tisu itu gak ada gunanya, namun bagi saya membuang tisu juga melatih kecerdasan kinestetik dimana Narend menggunakan tangan untuk mengambil tisu, dan matanya memperhatikan lokasi tisu.

Namun siapa sih orangtua yang tidak mau pendidikan yang terbaik untuk anaknya, karena itu saya ingin Narend bisa mendapatkan berbagai kecerdasan seperti intelektual, emosional dan komunikasi namun tidak perlu jauh-jauh ke taman bermain dan kalau bisa gratis, maklum namanya juga emak-emak :) saking penasaran, akhirnya coba nyari di internet deh, tentang jenis-jenis kecerdasan, setelah di simpulkan ada 8 tipe kecerdasan yaitu Kecerdasan Linguistik, Logika Matematika, Musikal, Kinestetik, Visual Spatial, Interpersonal, Intrapersonal dan Kecerdasan Naturalis.


Setelah mengetahui ada 8 tipe kecerdasan, sekarang saatnya mencari permainan yang cocok untuk tumbuh kembang Narend yang bisa mencakup 8 tipe kecerdasan tersebut. Kalau kita bicara gadget, pasti anak-anak suka sekali dengan benda yang satu itu, di gadget banyak sekali games-games seru, ada yang mendidik ada juga yang games.

Belajar Mewarnai Bersama Chila Chilo

Tools pertama yang saya cobakan ke Narend adalah buku mewarnai. Di dalamnya sudah tersedia 1 paket peralatan untuk mewarnai, seperti pensil warna, kertas yang bergambar untuk diwarnai lengkap dengan petunjuknya.


Untuk masing-masing tools (gambar) yang disediakan, dijelaskan manfaat bagi si kecil.


Saya mencoba mengajari Narend mewarnai. Sebelumnya saya sudah pernah mengajarinya menulis, tapi belum pada tahap mewarnai. Disinilah pentingnya anak untuk mengenal warna, dan bentuk. Belajar memegang alat tulis yang baik dan juga benar.


Kalau ditanya, hasilnya gimana? Hmm, ya memang tidak sempurna, seperti ini saya saya sudah senang melihat Narend mau belajar. Karena akhir-akhir ini Narend suka banget dengan tulis menulis, sampai seluruh rumah penuh dengan hasil karyanya :) Dan seperti inilah kira-kira hasilnya :)

Gak sempurna sih, tapi saya cukup bangga :)

Album Lagu Anak

Selain dari mewarnai, dalam paket Morinaga MI Plan juga terdapat CD (Musik/Lagu), yang di dalamnya terdapat lagu anak-anak.


Setelah lagunya diputar, mau tahu reaksi si Narend? Yess, seperti ini :)

Mendengarkan musik bisa melatih motoriknya dan juga melatih ia untuk mempercepat proses bicaranya. Karena setiap kali saya memasang lagu atau film anak-anak di rumah, Narend berusaha untuk mengikuti alunan lagunya walaupun dengan nada yang kacau :)

Modul yang ada pada Morinaga MI Plan sudah saya cobakan ke Narend selama 2 minggu. Walaupun tidak semua yang bisa saya berikan, tapi minimal ada tools yang benar-benar terpakai. Terutama seperti yang saya sebutkan diatas.

MI Plan ternyata bisa membantu dan mengenali kecerdasan anak kita dan memberikan stimulasi yang tepat. Dan juga memfasilitasi orangtua untuk mengembangkan multitalenta anak kita secara konsisten dan optimal. Tentunya kita sebagai orangtua mengharapkan anak kita menjadi generasi platinum kan? :)




0 comments:

Post a Comment

Bookmark Us

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search

The Urban Mama

Mau email update seputar MPASI ?

Artikel yang banyak dibaca Bunda

Nyari Seputar apa Bunda ?

Menu Utama

Copyright © Mommy's World | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com