My world about breastfeeding and parenting

Wednesday, February 24, 2016

Pertunjukan Barongsai Saat Imlek Pertama Untuk Narendra


Tahun baru Imlek 2016 - Doc: confidentialtopics.com

Setiap bulan Februari, orang Tionghoa memperingati Imlek, menurut Wikipedia, Imlek mengandung arti yang sangat khusus bagi orang Tionghoa, karena Imlek atau yang disebut Chuxi ini berarti Malam Pergantian Tahun yang dimulai dari hari pertama sampai hari kelima belas atau yang disebut Cap Go Meh. Karena Imlek berbeda dengan penanggalan masehi, jadi kalau dalam masehi tahun 2016, menurut kalender Cina saat ini tahun 2567, nah karena orang Tionghoa menganut perhintungan astrologi atau sistem Zodiak, maka Shio tahun ini adalah Monyet dengan unsur api. Nah dalam tahun monyet, seperti perilaku hewan itu sendiri, dimana lincah dan semangat jadi tahun ini akan berkembang secara cepat dan akan makin banyak terbuka peluang bagi semua orang.

Jumlah masyarakat China hanya menempati 1/5 penduduk di bumi. Tahun Baru China hampir dirayakan oleh seluruh pelosok dunia dimana terdapat orang China, keturunan China ataupun pecinan. Bangsa tetangga-pun ikut merayakan Tahun Baru China seperti, Taiwan, Korea, Mongolia, Vietnam, Nepal, Jepang, Bhutan, Mongolia.



Sedikit Cerita Sejarah Tentang Imlek


Menurut cerita kuno, tahun baru China itu dirayakan saat orang China berhasil melawan hewan mitos yang disebut sebagai Nian, yang artinya tahun dalam bahasa China. Mahluk Nian selalu muncul pada hari pertama, Tahun Baru dan kedatangan Nian adalah memangsa hewan ternak, memakan hasil pertanian dan bahkan penduduk, terutama anak-anak.

Nah, untuk bisa selamat dari serangan Nian, masyarakat China menaruh sejumlah makanan di depan pintu mereka pada hari pertama tahun baru. Semacam sesajen seperti itulah. Mereka  meyakini bahwa jika Nian telah mengambil makanan yang telah disediakan itu, maka Nian tidak lagi menyerang warga.

Suatu saat, ada seorang penduduk yang melihat Nian lari ketakutan dan lari dari seorang anak yang berbaju merah. Sejak saat itu, warga jadi tahu Nian takut akan sesuatu yang berwarna merah.

Nah, oleh karena itu sampai sekarang setiap menjelang dan selama Tahun Baru, penduduk menggantung lentera merah dan memasang tirai merah. Nian tidak pernah lagi muncul di desa mereka. Pada akhirnya, Nian berhasil ditangkap oleh Hongjun Hao Tze, dia adalah seorang pendeta Tao. Nian kemudian menjadi hewan tunggangan Hongjun Lao Tze.

Tradisi dan Kuliner Khas Imlek

Biasanya para warga China akan melakukan sembahyang kepada Thian, dan perayaan Cap Go Meh. Tujuannya adalah sebagai wujud syukur dan doa harapan agar di tahun depan mendapat rejeki yang lebih banyak, untuk menjamu leluhur, dan sebagai sarana silahturahmi kerabat dan tetangga.

Prinsipnya sama seperti umat muslim merayakan lebaran atau umat nasrani merayakan Natal. Hari Raya Imlek dirayakan setiap setahun sekali. Dan para keluarga datang ke rumah untuk silahturahmi, dan saling memberikan pengalaman selama setahun.

Selain silahturahmi, kebiasaan lain yang serupa adalah juga adanya kue-kue dan makanan yang tersaji seperti Natal dan Lebaran. Salah satu penganan yang wajib ada setiap Imlek adalah Kue Keranjang. Dan ini beberapa kuliner yang ada di beberapa keluarga.


Saya terlahir dari keluarga Thionghoa dan berketurunan China from my dad. Jadi sedikit banyak paham dan tahu tradisi yang mereka jalankan. Mulai dari rutinitas sembahyang, membeli hio, berburu kue keranjang, sampai dengan tradisi silahturahmi ke rumah saudara.

Sejak menikah saya pribadi dan suami memang tidak merayakan Tahun Baru China itu, tapi kami ikut kemeriahannya. Salah satu contohnya adalah di tahun pertama kami menikah, kami sempat ikut Tour  Jelajah Kota Toea di daerah Pecinan Kota. Saat itu kami ikut tour menjelang Tahun Baru China. Kami menelusuri daerah-daerah Pecinan sepeti Glodok dan Mangga Besar. Kami jadi banyak tahu warga asli Pecinan itu dimana dan seperti apa. Rumah-rumah mereka nampak asli dan sama sekali belum ada yang berubah dari sejak dulu kala.

Lalu di tahun-tahun berikutnya kami ikut kemeriahan Tahun Baru China dengan berburu Barongsai setiap tahun, dan tidak pernah absen. Saya ingat betul lokasi pertama Barongsai Performance yaitu di Mall Kelapa Gading. Jaman awal menikah di tahun 2009. Dulu sih belum ada mall di daerah Bekasi. Jadi setiap ada Barongsai performance, saya dan suami pasti ke mall yang ada di Jakarta.

Bekasi to Jakarta memang butuh effort dan extra time. Tapi prinsip saya melihat Barongsai itu hanya setahun sekali. Dan sangat-sangat saya manfatkan waktunya. Dan berkelana hunting Barongsai dari satu tempat ke tempat lain merupakan pengalaman yang sangat excited buat saya. Suamipun yang tadinya tidak terbiasa, akhirnya jadi ikut kebiasaan saya deh :)

Tahun 2015 lalu, saat Narend usianya masih 1 tahun, saya dan suami sempat hunting Barongsai di mall yang ada di Bekasi. Ohya, saya paling suka Barongsai perform yang tapak besi. Kamu tahu gak seperti apa? Itu lho, 2 Barongsai yang atraksi diatas tiang-tiang dan pilar-pilar besi. Dan biasanya atraksi mereka kebanyakan yang ekstreem-ekstreem. Pernah waktu saya dan suami lihat Barongsai perform, ada yang terpeleset jatuh ke bawah, untungnya di bawah pilar-pilar itu sudah disiapkan matras. Jadi kalaupun jatuh mereka masih safety.

Buat yang mau tahu atraksi Barongsai tapak besi seperti apa, yuk lihat my record Wordclass Barongsai at Pondok Indah Mall February 2016 lalu.




Hanya 30 menit atraksi mereka tapi cukup membuat semua pengunjung terpana. Ohya, untuk satu kali pertunjukkan Barongsai seperti ini, latihan dan persiapan mereka cukup ketat lho! Saya pernah lihat cerita behind the scene dari para pemain Barongsai ini. Tidak sedikit juga dari mereka yang cedera atau ada yang patah tulang *wheew*, dengernya ngilu ya. Dan mereka untuk perform hanya satu kali setahun, pada saat acara Imlek ini. Jadi kebayang yah, persiapannya gila kayak apa :) karena untuk satu kali show aja mereka pastinya mendapat upah yang jutaan. And thats for a year :)

Nah, udah liat kan atraksi Barongsai diatas? Itu adalah salah satu dari atraksi Barongsai yang ada. Atraksi lainnya adalah Barongsai meja dan Barongsai Keliling. Kalau Barongsai keliling adalah Barongsai yang berkeliling mengelilingi mall. Mereka masuk ke dalam tiap-tiap toko dan mengambil amplop ampao.

Tahun 2015 lalu, Narend belum lihat Barongsai karena masih terlalu baby, yah you knowlah kalau Barongsai kan suara perkusinya luar biasa kencengnya, dan saya khawatir bisa bikin kaget and jantungan si Narend. Alhamdulillah baru tahun 2016 ini kami bisa menyaksikan pertunjukkan Barongsai bertiga :)

Ohya, tahun 2016 ini kamimemutuskan untuk melihat Barongsai di Pondok Indah Mall Jakarta. Alasannya, karena tahun ini Worldclass Barongsai perfom di Pondok Indah Mall. Worldclass Barongsai adalah Barongsai kelas dunia dan pernah menjuarai untuk level internasional. Saya yakin pasti performancenya oke banget. Makanya saya memutuskan untuk melihat Barongsai disana.



Atraksi Barongsai akan dimulai pada pukul 7.30 malam. Kami berangkat dari rumah menuju PIM 2 pukul 5 sore. Saat itu hujan deras sekali. Gak hanya hujan, tapi juga saat itu kondisi trafficnya lagi macet luar biasa! Saya sempat ingin membatalkan perjalanan saya menuju PIM. Karena macetnya bikin pusing, Narendnya diperjalanan udah gak bisa diem sama sekali. Tapi suami masih memberikan pengharapan bahwa macetnya gak akan lama. Alhamdulillah dengan hati yang teguh saya lanjutkan perjalanan saya menuju PIM 2, horeee :D



Sesampai di PIM 2, tiba-tiba kami lihat space parking sudah full semua! Duh, mati deh, padahal saat itu jam sudah menunjukkan pukul 6.15. Kami awalnya berencana ingin sampai di lokasi lebih awal supaya kami bisa berjalan-jalan dulu dan sholat maghrib dulu disana. Tapi kenyataan berkata lain. Kami menunggu dan mencari parkir saja kuran lebih 1 jam lamanya. 



Selesai parkir, jam menunjukkan pukul 7.30. Wah, kayaknya masih ada waktu ya untuk makan malam. Karena jam makan malam saya pukul 7 malam. Dan itu harus dilakukan ontime. Tadinya kami berencana ingin makan malam terlebih dahulu. Karena kami beranggapan atraksi akan dimulai pukul 8 malam. Wah, ternyata bukan! Pertunjukkan dimulai tepat pukul 7.35 WIB. ON time! :) Akhirnya kami membatalkan untuk makan malam dan melihat pertunjukkan terlebih dulu. Itupun antrian dan barisan pengunjung sudah sampai 2 lapis :) Alhasil saya bertiga jadi gak bisa menempati barisan pertama :(

Tibalah saaat Barongsai perform. Narend saya ajak untuk ikut melihat Barongsai. 15 menit pertama masih aman, alias Narend masih antusias untuk melihat Barongsai. Tapi setelah menit ke 20, Narend sudah mulai geringsangan alias gak betah, karena kami di barisan lapisan ketiga dan itu sudah sesak penuh orang-orang. Ditambah lagi lalu lalang orang dan kami bertiga saat itu belum makan malam. Mungkin Narendnya cranky karena belum makan malam.

Akhirnya kami membuat strategi, saya yang menggendong Narend, suami saya yang mengabadikan. Kami saling bergantian sampai acaranya selesai.

Pertunjukkan Barongsai masih terus berlanjut. Minggu berikutnya kami masih hunting Barongsai di mall lain. Kali ini kami memilih lokasi yang gak jauh dari rumah, di Grand Metropolitan Mall. Kami masih hunting Barongsai keliling. Kami penasaran dengan ekspresi Narend seperti apa. Apakah takut, senang ataupun malah trauma :D

Dan setelah kami perlihatkan Barongsai keliling di GMM, inilah ekspresi Narend :





Terlihat Narend sangat antusias ingin memegang si Barongsainya itu. Hahaa, sayapun kesulitan untuk mengejar Narend, karena memang dia suka banget dengan Barongsai. 

Alhamdulillah, our mission is complited, which is introduce Barongsai Perform to our son, Narendra Havian. Itulah sekelumit cerita kami tentang tradisi dan serunya kemeriahan Imlek versi kami. Tahun depan (insyallah), kami akan hunting ke Semarang, ke klenteng Vihara, yang dimana disana terkenal dengan the most Chinnese Tradition. It must be exciting! :)

Tulisan ini diikutsertakan dalam Telisik Imlek Blog Competition Jakarta Corners yang di Sponsori oleh Batiqa Hotels































16 comments:

  1. Dugaanku ternyata benar, dirimu ada darah Tionghoanya :)
    Tio sampai sekarang masih takut lihat barongsai dari dekat, sama takutnya dengan badut :(
    Di Yogya ada juga festival kampung Cina dan meriah banget.
    Sukses buat lombanya ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah jadi pingin nonton Festival Kampung Cina :)

      Delete
    2. Wah jadi pingin nonton Festival Kampung Cina :)

      Delete
  2. Emang pertunjukan barongsai di atas kayu /pilar sungguh extreme, ngeri2 gimana gituh..

    ReplyDelete
  3. imlek memang seru yaaa..di sini juga banyak, tapi kemarin pas dingiiiin banget NYC :(

    ReplyDelete
  4. barongsai tuh paling seru apalagi kalau sudah berdiri di tiang2 yg tinggi , wiiih

    ReplyDelete
  5. Kangen merayakan Imlek mak lihat tulisan dan video2 ini :'( Sudah tidak dirayakan lagi di keluargaku hiks ..

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. tahun lalu kita juga nonton di PIM mba..emang keren bgt barongsaynya, si kecil sampai terpana..maklumlah kelas dunia ya

    ReplyDelete
  8. Tahun ini saya gak nonton barongsai, uy! Padahal selalu menarik, ya :)

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. Pokoknya klu imlek yg paling seneng tuh anak2. Saya kemarin ke Senayan City dan Gancit cuma utk berburu barongsai...

    ReplyDelete
  11. Thanks ya, sudha berpartisipasi. Good luck!

    ReplyDelete
  12. waaah ada world class barongsai juga aaahhh pengen lihat jadinya

    ReplyDelete

Bookmark Us

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search

The Urban Mama

Mau email update seputar MPASI ?

Artikel yang banyak dibaca Bunda

Nyari Seputar apa Bunda ?

Menu Utama

Copyright © Mommy's World | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com