My world about breastfeeding and parenting

Thursday, August 11, 2016

Peraturan Full Day School, Sehatkah Untuk Karakter Anak?

Disclaimer : Mommies, sebelum melanjutkan membaca, saya jelaskan dulu bahwa saya membahas dari sudut pandang saya aja ya. 

Sudah seminggu ini timeline saya dipenuhi dengan pemberitaan Full Day School. Dari judulnya aja sih saya tau membahas tentang sekolah yang satu hari penuh. Yang ada di pikiran saya itu adalah anak seharian belajar di sekolah. Tapi penerapan belajar mengajar yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy merujuk kepada memperkuat pendidikan karakter peserta didik menjadi rujukan dalam menentukan sistem belajar mengajar di sekolah. Hmm, pendidikan karakter yang seperti apa ya yang ingin diciptakan oleh pak mentri ini?

Full day school ini bukan berarti para siswa belajar selama sehari penuh di sekolah. Program ini memastikan siswa dapat mengikuti kegiatan-kegiatan penanaman pendidikan karakter, misalnya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Anak saya masih 2 tahun sih, masih belum cukup pengalaman soal jam beelajar anak. Tapi kalau misalnya ditanya, saya pribadi 100% tidak setuju atas penerapan jam belajar itu. Walaupun memang katanya tidak 100% full day at school.

1. Anak Sudah Lelah Belajar

Dulu saya pernah merasakan pengalaman mengajar menjadi guru bimbingan belajar selama 10 tahun. Mulai dari jenjang pendidikan TK sampai dengan SMA. Walaupun saya gak punya kurikulum sekolah, tapi apa yang saya ajarkan semua related dengan pelajaran sekolah. Ya intinya sih saya mengajar menyesuaikan dengan kurikulum sekolah.

Semua murid-murid saya curhat bahwa kurikulum sekolah sekarang seiring waktu semakin berat. Dan sayapun melihat sebagai gurunya, kurikulum yang harusnya SMP malah sudah diajarkan di SD. Dan itu menurut saya membuat si anak akan sedikit terbebani. Jadi kalau masih ditambah dengan pendidikan karakter, apa pikiran anak-anak nanti gak lelah?

2. Jam Pulang Sekolah Sudah Sore

Katanya full day school ini akan ditambah kegiatan ekstra kurikuler. Tapi menurut saya sih, gak perlu deh. Karena jam belajar anak aja setiap hari pulangnya sudah sore. Buat yang SD dan SMP pulangnya ada yang sampai jam 4 sore. Buat yang SMA ada yang sampai jam 5 sore. Dan itu mereka sudah ditambah pelajaran tambahan di sekolah. Apa nantinya kalau ditambah jam pelajaran lagi gak tambah berat ya pak?

3. Kegiatan Ekstrakurikuler Bisa dilakukan dalam pengawasan orangtua

Biasanya para orangtua akan menambah kegiatab ekstrakurikulernya selepas jam pelajaran. Saya tahu karena saya pernah mengajar salah satu murid saya (SD), mungkin sekarang dia sudah kuliah. Jadi saya mengajarnya setelah ia pulang les balet. Dan itu tidak dari sekolah. Sampai rumah jam 4 sore. Berarti kalau mau ditambah jam pendidikan karakter lagi, apa gak makin malam pulangnya?

Sekolah formal itu melelahkan lho mommies. Semua orangtua pasti pernah mengalami bagaimana lelahnya di sekolah. Kalau benar peraturan full day school ini akan diterapkan, saya malah lebih memilih home schooling di rumah. Walaupun saya adalah salah satu SAHM (Stay At Home Mother), alias bukan ibu pekerja. Malahan saya menginginkan anak saya bukan menghabiskan waktunya di sekolah seharian. Kalau perlu sekolah dari TK sampai SMU, cukup sampai jam 1 saja tiap harinya. Selebihnya bisa ditambah kegiatan lainnya saja. Tentunya dalam pengawasan orangtua.

Pendidikan karakter anak banyak pilihan kok. Gak harus melalui sekolah. Misalnya aja buat para orangtua yang bekerja di kantor, dia bisa menitipkan anaknya dengan pengasuhnya saat si anak ikut kegiatan tambahan diluar sekolah. Jadi si anak bisa diantar dan dijemput oleh pengasuhnya. 

Jadi ya kembali lagi ke topik. Kalau full day school ini sepertinya gak usahlah diterapkan. Saya khawatir pribadi si anak jadi tidak mandiri.

3 comments:

  1. Kalau saya setuju banget sama mbak. Pernah dengar juga soal Full day school, dan menurut saya juga sedikit berlebihan. Takutnya nanti justru malah membebani anak :-(
    Makasih udah share ..

    ReplyDelete
  2. Saya lebih setuju pulang sekolah lebih cepat dari yg sdh berlaku sekarang. Dari jam 7-12 aja lah. Supaya sempe istirht di rumah trus nambah les di luar.
    Kenapa les di luar? Karena kadang ga semua siswa sreg dengan metode belajar dari si guru. Iya kalo cocok trus ngerti. Kalo ga cocok trus ga ngerti? Makin bego aja

    ReplyDelete
  3. baru mampir ke blognya mbak oline yang satu lagi, full day school masih belum ngerti gimananya, beda kan ya sama yang terpadu, mudah-mudahan tidak memberatkan si anak

    ReplyDelete

Bookmark Us

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search

The Urban Mama

Mau email update seputar MPASI ?

Artikel yang banyak dibaca Bunda

Nyari Seputar apa Bunda ?

Menu Utama

Copyright © Mommy's World | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com