My world about breastfeeding and parenting

Sunday, July 29, 2018

MENGENAL LEBIH JAUH TENTANG PENDIDIKAN MONTESSORI BERSAMA MONTESSORI HAUS ASIA


Montesorri Haus Asia. Hello moms. Kalau dengar kata Montessori apa sih yang terbersit di pikiran moms? Kalau saya sih lebih kepada belajar sesuai dengan passion anak kita. Yang pasti sih berbeda 180 derajat dari kurikulum yang biasa kita temukan di sekolah. 

Tapi untuk lebih jelasnya, kalau kata Wikipedia, Montessori itu adalah teori pendidikan yang dikembangkan oleh Dr. Maria Montessori di akhir abad 19 dan diterapkan di usia pra-sekolah dan sekolah dasar. Ciri-ciri dari pendidikan Montessori adalah penekanan pada aktivitas pengarahan diri anak, penyesuaian terhadap lingkungan belajar anak dengan tingkat perkembangannya, dan juga peran fisik serta keterampilan. Karena sesuai dengan nama penemunya, metode ini dinamakan Montessori.

As we know, setiap anak terlahir memiliki keunggulan dan keunikan masing-masing, dan dengan tiap keunggulan anak-anak itulah berkembang menjadi pribadi yang mandiri. Tentunya hasil akhirnya akan berbeda untuk tiap-tiap anak nantinya. Jadi intinya di metode Montessori bersama anak ini, nanti anak-anak dihadapkan kepada praktek ketimbang belajar teori 100%.

Itulah sedikitnya yang saya tau tentang Montessori. Dan bukan itu aja sih, saya juga pernah melihat langsung seperti apa pembelajaran Montessori itu, di acara gathering bersama Montessori Haus Asia dan Mombloggercommunity di Greenhouse Jakarta. Disini para blogger diberikan penjelasan tentang metode Montessori itu sebenarnya seperti apa dan apa bedanya dengan pembelajaran lain.

Mr. Allan dari Jakarta Montessori menjelaskan, bahwa sebenarnya Montessori itu bisa diaplikasikan sejak ibu hamil. Caranya adalah dengan mengatur emosi pada ibu hamil. Karena anak-anak pada dasarnya hanya menyerap apa yang ada di lingkungan. Jadi kalau ibunya happy, otomatis anaknya juga happy.

Mr. Alan juga menjelaskan bahwa pada Montessori itu hal terpenting yang harus ditanamkan di benak anak dan orangtua adalah belajar itu menyenangkan. Tidak ada lagi kata pemaksaan atau tidak suka. Jadi hal pertama yang harus diubah adalah mindset kita sebagai orangtua. Lalu saat mengaplikasikan kepada anak kita, bisa dengan barang-barang apa saja yang ada di rumah kita. Jika kita mengajarkan pelajaran khususnya pelajaran matematika kepada anak kita dengan cara yang salah, ke depannya anak juga pasti akan merasa sangat-sangat bosan dan banyak hapalan.

Menurut Mr. Alan, Montessori itu ada 5 konsep : 

1. Practical life
2. Sensorial
3. Languange
4. Mathemathics
5. Culture


Ohya, disini juga ada alat-alat yang dipakai saat pembelajaran Montessori lho. Memang tidak dipraktekkan semua di acara gathering kali ini, setidaknya barang-barang yang saya lihat ini, barang-barang yang bisa saya temukan di rumah lho. Atau mungkin kita bisa lengkapi dari toko buku. Jujur saja saya benar-benar tidak kepikiran, tapi setelah melihat semua permainan dan peralatan disini, wah mata dan pikiran saya benar-benar terbuka, bahwa belajar melalui praktek itu lebih fun dibanding menghapal.


Disini Ms. Rossa memperlihatkan bagaimana cara berhitung dengan mudah bagi anak-anak. Misalnya jika kita ingin mengajarkan penjumlahan pada anak-anak, alatnya yang digunakan yaitu : balok ber-dots ribuan, ratusan, puluhan, dan juga satuan. 

Rata-rata kalau penjumlahan dengan angka yang sudah ratusan bahkan ribuan, anak-anak pasti bingung. Dan pasti metode penjumlahannya juga penjumlahan dengan menggunakan kertas dan alat tulis, dengan menjumlahkan ke bawah. Pastinya sangat sulit bagi anak-anak. Tapi dengan langsung praktik dengan menggunakan alat seperti ini, anak-anak pasti tidak merasa sedang belajar, tapi sedang bermain.


Bagaimana dengan menghafal, seperti contohnya menghafal nama-nama benua yang ada di dunia? Ms. Rossa mengajarkan dengan menggunakan alat berupa Globe, dengan bentuk-bentuk benua yang berwarna-warni. Cukup simple bukan? 


Saya jadi tertarik memasukkan Narend ke sekolah Montessori Haus Asia. Untuk harga per kedatangan adalah IDR 250ribu dan jadwalnya 2x seminggu.

Selanjutnya setelah mendengarkan penjelasan tentang Montessori, kita mendengarkan penjelasan tentang Interlac. 

Moms tau Apa Itu Interlac?

Interlac itu sebenarnya adalah probiotik (bakteri baik yang dapat hidup di saluran cerna dan memegang peran penting dalam kesehatan dan pencegahan penyakit pada manusia. Jadi Interlac itu erat kaitannya dengan saluran cerna anak-anak. 

As we know, anak-anak itu paling gampang terkena masalah di saluran cerna, seperti diare, gumoh, konstipasi, dan juga kolik. Kalau terlalu sering akan mengganggu kesehatannya. Jika anak kita sudah masuk usia sekolah, akan mengganggu aktivitas belajarnya sehingga bisa menurunkan kepercayaan dirinya. 


Apakah sama Interlac dengan suplemen probiotik lainnya? Beda! Interlac itu satu-satunya produk probiotik di Indonesia yang mengandung Lactobassillus reutri Protectis, strain probiotik dan BioGaia. Dan Interlac kini di produksi oleh perusahaan Swedia yang dikenal sebagai World Leader in Probiotics. 

Interlac ini aman gak sih? Kebetulan Narend mengkonsumsi ini sejak ia berusia 2 tahunan. Jadi aman dong. Karena Interlac sudah mendapatkan predikat keamanan tertinggi, Generally Recognized as Safe (GRAS) dari FDA Amerika Serikat. Memilih Interlac berarti memilih probiotik yang teruji klinis  aman dan kreatif dan efektif sesuai rekomendasi dokter di lebih dari 90 negara. 

Macam-macam Interlac :

- Interlac Drops : biasanya digunakan untuk bayi dan anak. Aturan pakai 1x5 tetes per hari 
- Interlac Sachet : Larutkan dengan menggunakan air dan sendok, dan rasanya plain. Aturan pakai 1 sachet per hari.
- Interlac Tablet Kunyah Strawberry : tablet kunyah ini rasanya strawberry dan aturan pakainya adalah 1 tablet per hari.
- Interlac Tablet Kunyah Lemon : tablet kunyah rasa lemon, dan aturan pakainya adalah 1 tablet per hari.

Ohya, Interlac ini juga bisa dikonsumsi oleh orang dewasa ya. Tentunya yang bentuknya tablet kunyah. Dengan rajin mengkonsumsi Interlac, saluran cerna kita atau anak kita jadi terhindar yang namanya penyakit saluran cerna.


Makan siang pakai Ayam Gepuk Mpo Oneng dan icip-icip Granola

Oh iya, di acara gathering itu juga kami semua mendapatkan 1 package Granola seperti yang kamu lihat di bawah ini, rasanya gak usah ditanya deh, crispy.


Makan siang saya di acara itu adalah Paket Lunch box Ayam Gepuk. Isinya nasi putih + ayam goreng + sambal + tahu + tempe + lalapan. Karena saat saya datang sudah masuk jam talkshow, jadi paket nasinya saya berikan pada suami. Jadi saya tidak tahu rasanya :)

Menurut suami sih rasanya belum pas di lidahnya, maklum suami penyuka sambal pedas, sambalnya katanya kurang nendang, tapi ternyata tak disangka Narend suka banget sama lunch box Ayam Gepuk ini


Untuk snacknya, masing-masing blogger mendapatkan 1 buah kue lapis seperti ini. Duh dari tampilannya aja udah menggugah selera, saat saya rasakan, rasanya 1  gak cukup! alias enak bangeet! Pingin minta tambah sebenernya, cuma kawatir yang lain gak kebagian hehe..


Toru Coffee

Oke, selanjutnya setelah mendengarkan penjelasan tentang Interlac, kita mendengarkan tentang minuman Toru. Toru ini adalah Oatmilk. Jadi bahan dasarnya adalah Oat. Jadi cocok nih buat kamu yang ingin menikmati minuman enak, tapi juga sehat dan mengenyangkan.

Toru ini juga merupakan salah satu minuman yang diberikan pada blogger. Sayangnya saya hanya merasakan 1 teguk saja, sisanya 1 botol saya berikan pada suami. Dan amazingnya dia bilang, suka banget sama rasanya. Katanya BEDA BANGET sama kopi biasa. Lagi-lagi dia ingin minta nambah katanya, ingin mencoba yang black charcoal, penasaran katanya, tapi sayangnya stocknya ternyata habis.

Saya bilang, gak usah sedih, kalau habis, yaudah pesen aja by online, Toru ini bisa didapatkan di online (Instagram) nya adalah Toru.


Setelah selesai, para blogger berfoto bersama.


Lets Go to Classroom

Setelah selesai acara, karena saya dan suami penasaran, akhirnya singgah ke ruang workshopnya Montesorri Haus Asia. Rupanya disini ada yang belajar. Cuma ternyata bukan anak-anak yang belajar, namun ternyata ada orang tua murid yang sedang belajar tentang pembelajaran anaknya.


Dan sayapun melihat-lihat fasilitas serta semua peralatan dan permainan dari Montessori Haus Asia. Mulai dari lantai karpet hijau yang empuk, meja plastik untuk tempat bermain.


Papan tulis kaca untuk menulis.


Peralatannya cukup lengkap, termasuk ada proyektor disini, katanya untuk yang tidak bisa dipegang, dari pihak Montesorri memperlihatkan video tentang pelajaran yang sedang berlangsung.


Ada rak sepatu di bagian depan. Jadi sebelum masuk ke ruangan, para guru dan murid wajib melepas alas kakinya terlebih dahulu, dan ditaruh disini. Jadi kayak sistem pembelajaran di Jepang ya.


Ada berbagai macam buku bacaan anak-anak yang disesuaikan dengan umur.


Batu putih untuk alat berhitung.


Kunci dan gembok untuk bermain motorik, agar anak bisa membuka gembok sesuai dengan kunci yang ada.


Jepitan yang bisa dipakai untuk berhitung dan menjepit kertas.


Bangun ruang model pelangi, sehingga anak bisa belajar warna dan bentuk.


Permainan bangun ruang dan lubang, agar anak bisa belajar dan mencocokan lubang dan bentuknya.



Belajar tentang serangga dan kata yang tertulis di kertas.


Belajar mengenai hewan sehingga anak bisa melihat bentuk 3D dan meraba sehingga dapat menghapalkan lebih mudah.



Mencocokan pinsil warba dengan tempat pinsil yang sesuai dengan warnanya.


Belajar tentang buah-buahan.


Nah yang menarik disini, di bagian tempat makan/pantry, ada yang namanya Honestly Jar, jadi anak-anak bebas mengambil minuman/makanan di kulkas, namun harus membayar sesuai tarik yang sudah tertulis, yang berbeda adalah disini tidak ada orang lain yang menjaga, jadi anak-anak bisa belajar tentang nilai kejujuran.


Montessori at Home


Mungkin dari tadi kamu bertanya-tanya, "Wah belum tentu anak saya bisa mengerti dan paham metode Montessori, kayaknya saya harus datang langsung kesana ya" atau "Wah Montessori tidak ada metode pembelajaran di rumah ya". Well, ternyata di Montessori ada yang namanya Montessori Trial Box, jadi anak bisa belajar Montessori di Rumah.



Di dalam Trial Box ini ada 3 permainan, yaitu : Number Games, Life Cycle of Green Beans dan Planting Green Beans.

#1 Number Games

Akan ada kartu dengan gambar vas bunga, nah jumlah vas bunganya bermacam-macam, ada yang 1 vas bunga, ada yang 2 vas bunga. Di bagian bawah kartu ada angka dalam kotak, nanti anak akan menghitung berapa jumlah vas bunga yang ada dan dicocokan dengan angka yang ada di bawah. Enaknya ada detail aktivitas apa yang dilakukan bersama anak, dan tujuan yang akan dicapai setelah anak bermain Number Games ini.


#2 Life Cycle of Green Beans

Jika hanya dijelaskan dengan kata-kata mungkin anak akan kesulitan untuk mengerti, nah di permainan ini anak akan di ajak untuk mengerti secara detail tentang bagaimana siklus hidup dari kacang hijau, karena ada gambar, anak-anak jadi tidak perlu membayangkan, jadi bisa langsung mengerti. Dan di kertas ini sudah dipersiapkan berbagai informasi jika anak nanti bertanya-tanya tentang siklus kacang hijau.


#3 Planting Green Beans

Berbeda dengan games ke-2, games ke-3 ini lebih seru, karena anak jadi bisa melihat dan mencoba secara langsung (praktek) bagaimana siklus hidup kacang hijau, jadi tidak hanya gambar, namun juga praktek secara langsung dan mencatat progress perkembangan kacang hijau dari hari ke hari.


Narend sangat suka sekali dengan Montessori Trial Box ini, karena selain sebagai games, ternyata games ini ada prakteknya, bahkan di sekolah pun, Narend belum pernah di ajarkan skill dan pengetahuan tentang siklus hidup tanaman, jadi pingin banget masukin Narend ke Montessori ^^

Menurut saya Montessori tidak hanya mengajarkan soft skill dan life skill kepada anak, namun juga mengajarkan bahwa belajar itu menyenangkan dan juga membuat anak-anak mengerti arti kebersamaan dan kejujuran. Montessori Made Simple.

Ohya, kebetulan waktu di acara gathering saya mendapat hadiah dari lomba sosial media.



Saya mendapatkan 1 buah story book untuk Narend. Tentunya ini in English. Mungkin saat ini belum terlalu dibutuhkan untuk Narend karena dia bukan sekolah di International School dan English bukan sebagai mother languange, tapi ini sebagai langkah awal untuk mengenalkan ia bahasa Inggris memasuki usia sekolahnya.


Walaupun begitu, saat tahu buku ini saya bilang ini adalah untuknya, dia happynya luar biasa. Apalagi saat saya bacakan untuknya. Walaupun baru berhasil 3 lembar aja sih 😋 Makanya saya ingin banget ia bisa sekolah di International School, salah satunya di Montessori Haus Asia, supaya dia bisa sering berinteraksi dengan lingkungannya menggunakan bahasa Inggris 😊




Montessori for Everyone

A Perfect Blend of Indonesia Soul
With a Singapore Flavour
#MontessoriMadeSimple

1 comment:

  1. Metode pembelajaran Montessori ini baru pertama kali ada di Jakarta, yang seru, banyak sekali alat-alat permainan yang bisa dipakai bermain untuk anak-anak sesuai dengan pertumbuhan umur dan kebutuhannya

    ReplyDelete

Bookmark Us

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search

The Urban Mama

Mau email update seputar MPASI ?

Artikel yang banyak dibaca Bunda

Nyari Seputar apa Bunda ?

Menu Utama

Copyright © Mommy's World | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com