Mommy's World

My world about breastfeeding and parenting

Nice to meet you!

Owner @AuraBatik | Mompreneur - Vlogger - Blogger - Loves Cooking & WomenPreneurCommunity | Coffee Addict | caroline.adenan@gmail.com
Oline

What Read Next

5 Tips Memberi Pujian Pada Anak

Foto Dok Pribadi (Saat Narend usia 4 tahun)

Hi mommies! Apa kabarnya? Masih semangat selama #stayathome? Semoga mommies selalu dalam keadaan sehat wal afiat ya.

Saya mau tanya dulu nih, kalau misalnya anak kita berhasil melakukan sesuatu, biasanya mommies memberikan reward gak? Ya minimal ucapan positif atau pujian, misalnya, "Wah, kamu hebat nak!" atau "Kamu pintar nak!" atau ucapan apapun yang positif? Sayapun juga seperti itu moms. Ada banyak cara yang bisa orangtua lakukan untuk mendidik dan membentuk karakter anak. Beberapa orangtua memilih menggunakan metode pujian untuk membuat anaknya lebih optimis dan bangga akan kemampuan dirinya. Tapi ternyata memberikan pujian pada anak juga perlu dilakukan secara bijak. Jangan sampai pujian yang Moms berikan justru membuat si anak kita tidak mau berusaha maksimal dalam setiap hal yang dilakukan. 


Nah, di artikel saya ini sedikit mengutip dari artikel yang pernah dikatakan oleh rumah dandelion perihal tips memberikan pujian pada anak, sekaligus saya langsung mempraktekkannya pada anak. 

Menurut Elizabeth Hartkey-Brewer dalam Raising and Praising Boys (2005), memberikan pujian kepada anak sebaiknya merupakan bagian penting dalam cara mendidik anak maupun pola asuh. Karena memberikan pujian merupakan dasar penting dalam usaha orangtua mengembangkan anak sehingga mereka menjadi individu yang menghargai diri sendiri. Selain itu, juga mendorong anak bermotivasi tinggi, dan selalu melakukan hal terbaik dalam hidupnya baik untuk dirinya sendiri maupun lingkungannya.

Peranan orang tua dan lingkungan keluarga merupakan faktor penting yang menentukan kemampuan anak untuk bekerja sama untuk keberhasilannya kelak. Bisa dibilang trik memberikan pujian juga erat kaitannya dengan emotional intelligence. Jika si anak dari kecil sudah bisa mengelola emosinya, dengan begitu dia juga akan bisa beradaptasi dengan lingkungannya. 

Karena Narend tipe anak yang mengutamakan mood and feelings, jadi sebisa mungkin saya agak ekstra untuk mengajarkan perihal mengelola emosinya. Salah satunya adalah menjaga perasaannya supaya tetap berada dalam perasaan nyaman. Jika ia merasa nyaman, ia akan semangat untuk belajar. 

So, apa aja sih tips memberi pujian pada anak versi saya?

1. Berikan Pujian di Saat yang Tepat

Memberi pujian pada anak kita memang bisa membuatnya jadi lebih semangat dan merasa dihargai. Tapi sebaiknya Moms memberikan pujian di saat yang tepat ya. 

Contoh realnya nih, selama #HomeLearning selama ini gurunya menggunakan metode video call saat belajar online. Jadi saat anak-anak muridnya sudah selesai, setiap anak harus mengirim reportnya kepada gurunya.


Nah, setelah anak-anak selesai, gurunya langsung mengucapkan kalimat pujian pada anak-anak melalui video call satu persatu. "Wah, Narend hebat, semangat terus ya belajarnya!" Sesimple itu aja pujiannya. Saat Narend yang mendengar pujian itu ditujukan untuknya, matanya langsung berbinar-binar dan langsung ceria lagi 😊

2. Berikan pujian ketika si kecil telah berusaha keras mengerjakan sesuatu dan akhirnya berhasil


Memberikan pujian juga tidak boleh berlebihan. Karena kalau berlebihan, anak kita jadi tidak bisa memahami, mana yang sudah baik dilakukan, dan mana yang belum. Di sisi lain, anak kita akan merasa cepat puas dan tidak lagi merasa tertantang mengerjakan hal-hal diluar kemampuannya.

Saya pribadi tipe orangtua yang selalu memberikan reward and punishment sesuai dengan usianya. Rewardnya ya simple aja. Misalnya sebelum mengerjakan saya selalu bilang, jika kamu berhasil mengerjakan ini, kamu akan mendapatkan reward. Misalnya saja mengerjakan prakarya atau modul yang sulit dari gurunya. Mengerjakan sendiri. Jika ia sudah melakukannya dan berhasil, saya selalu memberikan reward. Simple aja rewardnya misalnya, membelikan makanan atau minuman kesukaannya, misalnya es krim atau coklat. Atau terkadang uang untuk ditabung. Tapi ini khusus hal yang sulit aja ya. Kalau untuk yang mudah, paling saya hanya memberikan pujian dan pelukan saja.

Jujur saja gak mudah lho membuat anak kita semangat belajarnya terus membara dari awal sampai akhir jam pelajaran selesai. Jadi bagi saya jika si anak sudah mau berusaha semangat belajar apalagi mengerjakan sesuatu yang sulit kemudian ia berhasil harus diberikan pujian yang tepat untuknya.

3. Perhatikan Hal-Hal Kecil


Biasanya perhatian kita sebagai orangtua hanya tertuju pada anak kita yang rajin belajar lalu mendapatkan nilai yang bagus. Nah, sebenarnya kita juga perlu lho memperhatikan dan beri pujian untuk hal-hal yang sederhana saja.

Misalnya saja dulu waktu Narend berhasil lulus dari toilet training saat usianya 4 tahun. Setiap hari saya selalu berikan stimulasi dan reward setiap perubahan kecil yang ia lakukan. Sudah berani bilang, "Mami, aku mau pipis!" atau "Mami, aku sudah tidak mau pakai popok lagi, karena aku sudah besar." Nah, disitu saya langsung berikan kata-kata pujian, "Wah, kamu hebat nak! Kamu berarti sekarang sudah besar!"

Contoh lain misalnya, sejak Narend usia 2 tahun sampai 4 tahun dulu Narend susah sekali yang namanya makan sayur dan buah, padahal

Saya hampir lelah setiap kali membujuknya untuk makan sayuran. Segala cara saya akali misalnya, saat saya membuat satu masakan, misalnya perkedel atau nugget ayam, nah di dalamnya saya masukkan sayuran yang sudah dalam bentuk cacahan atau cincang. Jadi dia tidak tahu bahwa sebenarnya dia sudah makan sayur. Setiap hari saya berikan, lama kelamaan saya sudah tidak berusaha menyimpan sayurannya lagi di dalam olahan makanan, tapi perlahan-lahan saya edukasi bahwa dia setiap hari harus makan sayur-mayur supaya badannya sehat dan pencernaan juga lancar.

Nah, baru-baru ini aja nih, sejak usianya 5 tahun dia sudah mau makan sayuran. Setiap menu makanan yang saya sajikan justru ia bertanya, "Mami, mana sayurannya? Aku mau makan sayur supaya badanku sehat!" 

Alhamdulillah berarti usaha saya perlahan-lahan membawa hasil positif 😊

Saya berikan pujian, "Wahhh, Narend sekarang hebat ya, sudah mau makan sayur!" Kemudian dijawab, "Iya mami, supaya badan aku sehat, aku gak mau sakit!"

Sesimple itu aja.

Pujian terhadap hal-hal kecil ini membuat anak kita gak hanya berfokus pada prestasi besar. Anak kita juga akan paham kalau hal sehari-hari yang berhasil ia lakukan pun bisa membuat orangtuanya bangga padanya. 😊

Saya selalu bilang, "Mami bangga sama kamu Nak! Karena kamu mau menurut apa kata orangtua."

Menurut saya, kebanggaan orangtua pada anaknya harus diucapkan secara verbal supaya si anak tahu bahwa orangtuanya memang merasa bangga padanya. Malah justru kalau tidak diucapkan si anak jadi gak tau kan? Dengan demikian anak juga akan merasa usahanya selama ini berarti dihargai dan aku harus bisa selalu membuat orangtuaku bangga 😊


4. Gunakan Suara dan Tatapan yang Hangat


Saat memberikan pujian, tataplah matanya dengan penuh kehangatan dan kelembutan. Kalau saya di rumah sebisa mungkin saat saya atau ayahnya berbicara, saya usahakan mata Narend juga menatap kedua mata saya. Supaya dia juga tau bahwa yang saya ucapkan itu tulus untuknya. Karena Narend tipe anak yang agak kurang masalah fokus. Jadi sebelum berbicara, panggil dulu namanya, setelah ia menatap kita, barulah saya berbicara. 

5. Tidak Membandingkan dengan Anak Lain


Sebenarnya ini hal yang tersulit bagi saya. Terkadang melihat prestasi anak lain seakan-akan mendorong saya menyuruh anak saya untuk berbuat lebih baik daripada anak lain. Misalnya saja dalam hal mengerjakan PR. Selama #HomeLearning ini Narend selalu banyak tertinggal oleh teman-temannya. Setiap mengerjakan tugas, ada saja yang bisa mengganggu konestrasinya. Entah bengong, atau perutnya lapar, dsb. Akibatnya, jadi tertinggal deh sama teman-temannya. Tidak jarang saya suka berucap, "Kamu itu selalu tertinggal sama si A, si B. Kamu itu lebih pintar dari mereka, tapi kalau bengong-bengong gini, bagaimana kamu mau jadi juara?! Ayo kamu harus berusaha dan buktikan kepada kedua orangtua kamu!"

Narend itu tipe yang harus diberikan lecutan atau kejutan sedikit baru deh dia mau berusaha sekuat tenaga. Memang anaknya seperti itu 😊 Saya juga tahunya saat tes bakat tahun lalu. 

Jadi kata-kata yang saya lontarkan tidak berfokus kepada kekurangannya, tapi saya berusaha sebisa mungkin fokus pada memberi semangat belajar. 

Selama ini saya selalu memakai metode reward and punishment dalam hal mengajar anak. Ini juga saya masih dalam tahap belajar. Terkadang saya juga masih sulit menahan emosi misalnya anak tidak mau menurut apa kata orangtua. Saya selalu menggunakan metode itu karena saya ingin jika saya atau suami nanti sudah tidak ada di dunia ini, setidaknya dia bisa menjadi anak yang berguna setidaknya untuk lingkungannya. Yah sukur-sukur bisa berguna untuk negara.  

Menjadi orangtua itu memang tidak mudah ya. Melelahkan tapi juga bahagia. Makanya suka ada yang bilang menjadi orangtua adalah pembelajaran seumur hidup 😊 Perjalanan saya dan suami memang masih panjang. Doakan kami bisa mendidik anak-anak kami menjadi anak yang bisa berguna untuk orang banyak. Amin 😉

Nah, kalau moms sendiri suka memberikan pujian pada anak gak sih? Atau moms ada tips and trik lain? Boleh lho drop masukkan atau ceritanya di kolom komentar. Saya tunggu ya.

Semoga sharing saya kali ini semoga bermanfaat ya. 

Comments

  1. Nah memberi pujian ini penting ya. Orang tua jaman old banyak yang tak melakukannya jadi kita harus menyadarinya ya memberikan pujian kepada anak di saat dan cara yang tepat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul mba, memberikan pujian juga harus di saat dan waktu yang tepat.

      Delete
  2. Saya juga senang memberi pujian kepada anak kalau mereka melakukan sesuatu yang baik. Saat melihat matanya yang berbinar-binar dan senyum penuh rasa bangga rasanya saya jadi ikutan bahagia. Tapi ada punishment juga saat mereka mulai berbelok dari kesepakatan bersama. Tentu punishment yang masuk akal sesuai dengan usianya. Menjadi orangtua iru rasanya luar biasa ya mba, setuju dengan pedapat bahwa menjadi orangtua itu adalah proses pembelajaran seumur hidup karena tidak ada sekolah khusus jadi orangtua juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul mba. Seumur hidup kita pastinya terus belajar ya jadi orgtua yg baik :)

      Delete
  3. Beda anak beda perlakuannya ya. Noted ah soal fokus pada keleihan anak. Setuju banget karena jangankan anak, kita aja yang udah dewasa ga suka kalau dibanding-bandingkan, ya. Salam sayang buat Narend ya, Lien

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, terkadang kita suka reflect membandingkan anak kita dengan anak yg lain. padahal sebenernya gak boleh ya, karena semua anak itu unik.

      Delete
  4. Keren deh Narend, jadi suka makan sayur ya, ibunya hebat nih membiasakannya..harus lebih banyak memuji anak nih daku Lin, terima kasih ya artikelnya..

    ReplyDelete
  5. Aku juga type yg ga pelit buat kasih apresiasi tulus ke anak2. Apalagi anak2ku type yg moody n feeling jg
    Dan kyknya dah jd kebiasaan dan keharusan.
    Klo sy lupa kasih apresiasi mrk malah kadang yg ingetinn��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhh samaan dong mba, tipenya moody and feelings :)
      Jadi kalo dikasih perhatian dikit langsung happy ya

      Delete
  6. Bismillah. Sedang menerapkan pujian yg tepat seperti tulisan ini. Kadang sampai terharu luar biasa saat si kecil bertindak baik.

    ReplyDelete
  7. Saya termasuk yang suka ngasih pujian ke anak-anak. Nah anak pertama dan ketiga selisihnya 7 tahun. Kadang saat saya memuji si bungsu karena sudah bisa pakai celana sendiri, eh si kakaknya menggumam tapi masih bisa saya dengar " ah gitu aja dikatain pinter". Duh jadi PR banget, buat ngasih pengertian ama si sulung bahwa hal remeh buat dia itu adalah sesuatu yang besar dan perlu upaya keras buat adiknya

    ReplyDelete
  8. Aku termasuk yang royal kasih pujian ke anak. Bahkan kata suami terkesan lebay. Hahaha. Tapi menurutku pujian buat anak penting biar dia juga belajar dihargai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya pujian itu penting supaya anak merasa dihargai ya.

      Delete
  9. Widyanti YuliandariApril 15, 2020 at 1:48 AM

    Anakku nih, kalau dikasih pujian mudah banget GR. Wkwkwk. Jadi bener-bener kudu perhatikan kapan saat yg pas dan bagaimana redaksionalnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehee kayaknya setiap anak deh kek gitu, GR. Anakku juga :D

      Delete
  10. Anakku bungsu dulunya kurang pede, enggak kayak si kakak. Jadi ketika dia melakukan pekerjaan kecil di rumah, seperti bantuin aku melipat bajunya (usianya masih 7 tahun), aku puji dengan kasih ciuman. Aku tergolong royal kasih pujian untuk anak-anakku, meski tetep melihat perbuatan mereka juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kasih ciuman aja pasti anak udah happy ya mba :)

      Delete
  11. Aku kadang suka lupa muji 😂😂😂 malah anak-anak yang ingetin.diulang2 sampe aku bilang makasih ya dah apaaaa gitu

    Kudu lebih aware lagi berarti. Makasih diingetinn mba olin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pujian simple things aja bilang kamu hebat, anak2 udah happy kok :)

      Delete
  12. Nomer 5 itu memang susah susah gampang menurutku. Di satu sisi kita ingin anak kita termotivasi, di sisi lain, bisa bikin anak jadi minder

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa bener bangeet. Susah2 gampang ya :)
      Makanya namanya jadi orgtua itu pembelajaran seumur hidup :)

      Delete
  13. Iya mbak saya juga langsung muji anak biar semangat... Kadang kalau salah juga dipuji dulu "wah bagus kamu bla bla bla tapi lain kali jangan bla bla bla ya" :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, anak habis dipuji kepercayaan dirinya langsung naik level! :D

      Delete
  14. Aku besar dg gaya parenting no apresiasi jarang bang3t ortuku muji mba haahaa maka kini sbg ortu aku ga mau digitukan justru skrg aku sll mengapresiasi anakku terutama yg ged3 imbasnya setiap.hati aku dpt surat cinta dari dia hahaaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduuh, someday aku juga pengen merasakan ituu, dapat surat cinta dari anak tercinta pasti haru rasanya :)

      Delete
  15. Betul banget Mbk, jangan membandingkan anak-anak dengan anak orang lain,sedih kalau anak juga stres dengan perkataan kita. Aku pun berusaha enjoy dengan tugas anak-anak yang kok masih banyak aja? Hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul. PR besar sebagai orgtua, jangan pernah membanding2kan anak kita dengan anak orglain. Its reminder untuk semua parents :)

      Delete
  16. Sepakat banget sama tipanya, Mba Oline. Saya selalu memberikan pujian begitu, krn dulu jaman saya masih jadi anak pujian dr ortu itu susah sekali keluar. Maklum sih ya ortu jaman dulu. Padahal saya suka banget dan jadi semangat kalau dipuji ortu. Akhurnya saya mencoba melakukan itu sama anak2. Biar mereka ga kayak saya dulu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes betul mba. Dengan merasa dipuji, anak jadi merasa dihargai karyanya, kepercayaan diri meningkat, jadi semangat melakukan hal baik lainnya.

      Delete
  17. Penerapannya mesti kontinyu...karena pengasuhan is all about wiring.
    Kadang,
    Gak sengaja kita berlaku atau mengucapkan sesuatu yang orangtua kita dulu ajarkan pada kita.

    Semoga pembiasaan yang baik plus kerjasama terhadap pasangan bisa membuahkan anak-anak zaman now yang hebat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes betul mba. Parenting Lesson is forever and long lasting :)

      Delete
  18. Sebenarnya perasaan senang tak hanya dialami anak saat adanya pujian itu. si orangtua juga melepaskan kebaikan dengan lega gitu. Kerasa nggak sih, saat kita memuji anak, ada perasaan bahagia yang turut lepas ketika menyampaikannya? Bahkan tak jarang ada rasa haru menyelinap. Haru akan perkembangan anak kita, haru pada kebaikan yang ada dalam diri anak kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul mak Uniek. Sebagai orangtua kita juga merasa lega ya sudah memberikan kebaikan pada anak :)

      Delete
  19. Aku dan suami juga sering memberikan pujian kalau anak-anak bisa menyelesaikan suatu pekerjaan dengan baik.
    Dan pujian yang enggak lebay itu bisa bikin rasa percaya diri anak meningkat lho kata para pemerhati parenting :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Jangankan anak2. orang dewasa seperti kita aja juga kasih pujian gitu aja juga udah happy bgt :)
      percaya diri kita jadi meningkat kan? :)

      Delete
  20. Wah, ternyata memberikan pujian juga ada tekniknya ya..jadi ga asal memberikan juga. Agar anak merasa dihargai dan pujian meningkatkan rasa percaya diri. Oke mb, noted...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes betul mba. Memberikan pujian pada anak juga meningkatkan rasa nyaman dan percaya diri pada anak.

      Delete
  21. Jangan smp over pujian ya krn efeknya bisa jd negatif n hrs d saat tepat agar jd stimulasi positif

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya betul mba. Segala sesuatunya jika berlebihan kan juga tidak baik.

      Delete

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *