My world about breastfeeding and parenting

Saturday, June 6, 2015

Being a Happy Mommy, Healthy Baby

Katanya, menurut teori, kalau kita bahagia, ASI kita lancar jaya. Alhamdulillah sejak adanya Narend, saya selalu berusaha untuk bikin perasaan ini positif terus dan bahagia terus, supaya ASI saya tetap produksi lantjar jaya untuk si Narend tercinta. Tapi emang betul begitu ya teorinya?

Minggu lalu tanggal 29 Mei 2015 saya mendapat undangan dari Mommies Daily yang diselenggarakan oleh Transpulmin dan Kamilosan, sebuah acara parenting tentang Happy Mommy Healthy Baby. Materinya pas banget ini tentang kondisi saya. So, saya langsung meng-iya-kan untuk hadir :) Bertempat di Hongkong Cafe, Sarinah Jakarta, nampaknya bukan hal yang sulit buat saya untuk mencapai lokasi ini. Sangat familiar malahan. Karena saya lumayan sering juga ke daerah ini.

Nara sumber yang hadir pada waktu itu ada sang Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Psi, Psi. Dan juga Dr. Elizabeth Yohmi, Ketua SATGAS ASI IDAI.

Mba Anna menjelaskan, bahwa salah satu kunci kita bisa bahagia adalah sehat. Kita sebagai orangtua kudu menuliskan kata-kata positif seperti kita peduli, penuh cinta, penuh perhatian. Karena secara tidak sadar kata-kata yang kita tuliskan itu (setiap hari), akan membentuk karakter kita menjadi orangtua yang baik.


Tapi ya memang pada kenyataannya tidak semudah itu. Theory is and isn't a theory. Maksudnya apa? Yes, teori itu memang sekedar teori. tapi teori itu memang ada betulnya. Toh kita sebagai orangtua memang harus memperbanyak stock kesabaran *self reminder juga nih* Karena menjadi orangtua adalah pembelajaran seumur hidup.

Dan menurut teoru, kalau kita negatif thinking terus, khawatir dan resah, hormon kortisol dengan sendirinya akan menghambat pengeluaran ASI. Hmm,,, masuk akal ya secara medik. Now I know, kenapa waktu saya hamil berkali-kali suami saya mengingatkan gak boleh stress, harus terus bahagia. Karena nanti akan terbawa sampai saya lahiran nanti. Karena apa yang kita lakukan sekarang akan membentuk karakter anak kita ke depannya.

Menurut mba Anna, orangtua yang mengalami gangguan psikis, seperti stres dan depresi bisa menyebabkan kurang memonitor anak. Lalu akan menurun ke kondisi anak.

Di tengah-tengah acara, para peserta disuruh untuk mengambil kartu secara acak. Kartu tersebut adalah kartu yang berisi kata-kata positif dan juga merupakan doa. Dan saya mendapatkan kartu seperti ini.


Kata mba Anna, secara tidak langsung, kartu-kartu yang tadi kita ambil, itu adalah doa dan merupakan penggambaran dari diri kita. Hmm.. just wondering, apakah memang saya orangnya perhatian? Penyayang? Atau pengertian? :)

Setelah selesai dengan sharing dari mba Anna, sekarang sharing dilanjutkan oleh Dr. Elizabeth Yohmi. Dr. Elizabeth memberikan materi tentang Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 2 tahun pertama.


Ternyata masyarakat Indonesia masih minim pengetahuan tentang pentingnya ASI Eksklusif. Dan juga gencarnya promosi susu formula yang membuat para ibu baru gagal menyusui. Sayapun termasuk orang yang hampir gagal lho. Hmm.. karena dulu saya pernah di judge ASI saya kurang untuk anak saya. Dan disarankan untuk memberikan sufor untuk Narend *hikks*. Dan yang menjudge itu adalah dokter anak Narend. Betapa sedihnya saya waktu itu :(

Tapi ternyata, ASI yang diproduksi oleh sang Ibu akan selalu cukup untuk anaknya. Seperti prinsip supply and demand aja.

Kenapa harus ASIX?
Seringkali orang salah persepsi. Pemberian ASIX itu tidak boleh dicampur dengan cairan apapun, termasuk air putih, buah, madu or anything.
Pemberian ASIX bisa sebagai metode KB alami. Jika ibu yang menyusui konsisten selama 6 bulan penuh, ia akan sulit untuk hamil. Karena proses menyusui menekan hormon tertentu dan juga jadwal menstruasi si ibu belum teratur.

Bagaimana agar ASInya keluar?
Rata-rata ibu yang hamilnya 7-8 bulan, ASInya sudah ada beberapa yang keluar. Dulu sih saya juga waktu 5 bulan ASI saya sudah keluar. Walaupun gak deras, merembes aja, tapi alhamdulillah. Dan Dr. Elizabeth menyarankan untuk jangan memassage payudara saat kita hamil saat usia kandungan mencapai 8 bulan. Karena tindakan tersebut bisa memicu mempercepat proses kelahiran. Yang ada nanti jadi kelahiran prematur.
Nah, cara ASI kita supaya keluar, yaitu terus menerus susui bayi kita sesering mungkin. Dengan hisapan si bayi, nanti akan merangsang payudara si ibu untuk produksi ASI terus menerus.

Kalau ASI belum keluar dan tidak boleh diberi susu formula, apa bayi nanti tidak akan turun BB atau merasa lapar?
Bayi setelah lahir masih bisa bertahan dengan cadangan yang dimilikinya saat masih di dalam kandungan maksimal 3 hari. Jadi jangan khawatir, bila saat si ibu lahiran, ASInya sedikit. Karena jumlah produksi ASI masing-masing orang pastinya tidak sama.

Manfaat ASI bagi bayi apa sih?
1. Sebagai nutrisi.
2. Bisa meningkatkan kecerdasan
3. Meningkatkan jalinan kasih sayang
4. Meningkatkan daya tahan tubuh

Lalu manfaat menyusui bagi si ibunya apa?
Dengan menyusui akan meningkatkan kualitas hidup ibu, yaitu perubahan imunologis, neurologis dan metabolisme
ASI mengandung anti bakteri, dan anti viral serta anti tumor (HAMLET - human alpha lactalbumin made lethal to tumor cells)
Melindungi dari kanker payudara, kanker rahim dan indung telur.
Semakin lama menyusui, akan mengurangi tingkat hipertensi (darah tinggi), hiperpidemia, diabetes dan penyakit jantung koroner, penyakit Alzheimer.
Mengurangi biaya hidup yang tidak perlu. Yes, dengan menyusui kita jadi tidak memerlukan susu tambahan (formula).

Pentingnya IMD (Inisiasi Menyusui Dini)
Disamping pentingnya ASIX, Dr. Elizabeth juga menyampaikan IMD saat proses kelahiran itu penting banget. Langkah-langkahnya yaitu, setelah bayi dikeringkan dan tali pusat dipotong, bayi akan diletakkan secara tengkurap diatas perut-dada ibu menghadap ke muka ibu. Biarkan si bayi merayap mencari puting si ibu.

Disarankan untuk Room In
Yess, penting nih untuk selalu berada dekat dengan bayi kita. Karena akan menambah bonding antara si ibu dan bayi. Ada beberapa contoh kasus, ibu yang baru saja melahirkan malah justru gak mau kamar gabung (room in), karena takut tidurnya terganggu oleh tangisan si bayi.

Keberhasilan menyusui ditentukan oleh 3 hal : 

  1. Proses menyusui sejak awal, 
  2. Posisi menyusui : Usahakan senyaman mungkin, posisi berbaring atau duduk. Jadi inget dulu jaman-jaman Narend masih bayi banget, masih merah, dulu mau nyusuin susah banget cari posisi yang PeWe. Tapi sekarang mah tinggal 'leep' aja dengan posisi apapun, Narend bisa nyesuaiin posisi yang bagaimanapun kondisinya :D
  3. Perlekatan bayi pada payudara yang tepat : Perlekatan yang tidak baik. Jadi inget lagi, dulu Narend masih usia 1 bulan, atau bahkan masih usia 2 minggu, puting saya sempat ngalamin yang namanya lecet dan berdarah. Gara-gara perlekatan yang kurang pas :( Waktu konsultasi dengan dokter obgyn saya, beliau cuma bilang, "Ahh biasa ini bu, problem ibu baru. Ibunya gak tau gimana posisi perlekatan yang baik, si bayinya juga belum tau posisi yang PeWe-nya gimana. Nanti deh bu, kalau udah sekitar 6 bulan aja, nanti juga bayinya udah pinter cari posisi sendiri." Hahaa... iyaa dok, bener pake banget!




Jadi, pemberian ASIX akan berhasil bila :

1. Segera setelah lahir dilakukan IMD (minimal 1 jam). Alhamdulillah dulu Narend bisa sukses IMD dengan 1 jam :D.
2. Bayi dirawat bersama ibunya selama 24 jam dalam satu ruangan (rawat gabung). Alhamdulillah dulu juga waktu setelah lahiran saya 24 jam bersama Narend. Keluar kamar hanya dimandikan oleh suster saja :D
3. Tidak memberikan minuman atau makanan lain selain ASI.
4. Pemberian ASI tanpa jadwal. Sejak lahir saya diinfokan oleh susternya dan dimohon untuk tetap konsisten menyusui per 2 jam sekali. Dulu sih sempet nolak. Dan itu saya lakukan sampai si Narend usianya 1 tahun. Setelah 14 bulan ini gak lagi per 2 jam sekali. Tapi bentar-bentar nyari puting. Sekarang malah nyari teruus. Ribet deh :D
5. Tidak menggunakan dot atau empeng.

Percayalah tidak ada satupun di dunia ini, setiap bayi yang lahir BB (berat badan) nya naik. Pasti turun. Mustahil banget kalau ada yang sampai naik. Tapi gak perlu khawatir, bayi masih mendapat cadangan makanan yang didapatkan sewaktu masih dalam kandungan dan masih bisa bertahan sampai 3 hari. Jadi buat para mommies yang ASI nya susah keluar, masih ditunggu sampai 3 hari ke depan. Ini kayak nunggu apa gitu ya hihi....Jadi buat yang ingin full ASIX gak perlu panik saat dokter dan semua para pelaku RS bilang, "Bu, ASI nya gak keluar tuh! Kasih sufor ajaaaa..."


Sharing materi Happy Mommy Healthy Baby ini benar-benar bermanfaat untuk saya :) Saya memang suka banget dengan acara-acara parenting. Secara saya adalah orangtua baru, yang haus akan informasi. Saya perlu membekali diri dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat bersama Transpulmin dan Kamilosan ini :)

Eh iya baru ingat, dulu saya sempet lecet kan tuh putingnya, para mommies yang pernah lecet putingnya, bisa pakai kamilosan ini. Kamilosan ini bisa mengobati puting mommies yang lecet akibat pelekatan yang kurang pas, juga bisa mengatasi anak demam. Tinggal diolesin aja.


Sebelum makan siang, saya dibagikan Cup Cakes ini. Sepertinya ini adalah cake dari Hongkong Cafe, yang rasanya ajib beneeer. Disediakan secara acak dan diedarkan ke pengunjung disaa, dan saya mendapatkan warna biru ini.

Cup Cakes-nya lucu yah :)
Setelah selesai dari mba Anna dan Dr. Elizabeth, acara sharing kali ini ditutup dengan makan siang bersama. Duh, makanannya enak-enak bangeet disini. Wah, sayang saya tidak bisa berlama-lama untuk foto-foto indoor dan outdoornya. Karena saya harus berpindah ke acara berikutnya.


My Lunch

Alhamdulillah, beruntung saya ikut acara seperti ini. Saya jadi tahu banyak betapa pentingnya kita selalu berpikiran positif dan terus harus saya terapkan seumur hidup saya. Waah, mudah-mudahan saya bisa menjadi ibu yang terbaik untuk anak-anak saya kelak. Amiiin :)

Akhir kata saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Mommies Daily, Transpulmin dan Kamilosan. Untuk info lebih lanjut, bisa kunjungi sosial medianya ya di :

Facebook : Kehangatan Ibu
Twitter : @KehangatanIbu


Berfoto di foto booth


Salam,



0 comments:

Post a Comment

Bookmark Us

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search

The Urban Mama

Mau email update seputar MPASI ?

Artikel yang banyak dibaca Bunda

Nyari Seputar apa Bunda ?

Menu Utama

Copyright © Mommy's World | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com