Mommy's World

My world about breastfeeding and parenting

Nice to meet you!

Owner @AuraBatik | Mompreneur - Vlogger - Blogger - Loves Cooking & WomenPreneurCommunity | Coffee Addict | caroline.adenan@gmail.com
Oline

What Read Next

Berjuanglah Menyusui Hingga 2 Tahun!



Kemarin waktu saya baca salah satu buku, judulnya Anti Stres Menyusui, saya baru tau lho, kalau menyusui itu sebenarnya memang perintah agama, semua agama menganjurkan pemberian ASI. Karena memang ASI itu memberikan segudang manfaat positif, baik bagi anaknya maupun ibunya. Gak hanya perintah agama, tapi juga perintah negara lho moms. Coba deh moms kalau mau tau lebih jauh, bisa googling ya.


Tapi ya, saya tau, banyak dari moms yang melahirkan ASI nya juga tidak kunjung keluar. Kalaupun keluar, itu malu-malu kucing keluarnya, alias sedikit. Yahh gapapa moms, kondisi tiap orang kan beda-beda ya, ada yang dianugerahi ASI nya deras sampai berlebih-lebih, ada yang cukup saja supply = demand, ada juga yang supply < demand. 

1 prinsip yang harus moms yakini bahwa supply = demand. Jadi misalnya aja ada moms yang ASI nya keluarnya sedikit, mungkin saja harus 'berjuang lebih keras' ketimbang yang lainnya. Misalnya minum booster ASI, pijat relaktasi, dsb. Karena memang Tuhan sudah menciptakan sedemikian rupa.

Alhamdulillah saya tipe yang supply > demand. Saya sudah bisa pumping di usia Rissa 1 bulan. Awalnya sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Awalnya 1 botol, sekarang sudah ada stok lumayan di kulkas. Walaupun saya cuma di rumah aja, tetep saya berusaha pumping. Supaya saat saya lagi butuh keluar rumah, Rissa tetap bisa menyusui dari ASIP saya.



Jujur aja waktu usianya 2 minggu, saya pernah kasih dia susu formula. Bukan karena ASI saya kurang, tetapi saya harus keluar rumah karena ada acara yang harus saya hadiri, sementara saya belum punya stock ASI di kulkas. Akhirnya saya inisiatif campur susu formula aja deh! Disini saya benar-benar merasa bersalah, harusnya saya gak usah kasih susu formula 😞

Lalu apa yang terjadi dengan Rissa setelah diberikan sufor?


Saat Rissa minum, awalnya smooth sih, dia berhasil minum sampai habis. Waktu pertama kali buat susu 60ml. Dan langsung habis! Saya pakainya susu S26. Tapi beberapa jam kemudian, tiba-tiba Rissa muntah, semuntah-muntahnya dong. Susu yang tadi diminumin nampaknya keluar semua 😭 saya bingung kenapa dia muntahin. Ya ada beberapa kali saya berikan dia susu formula, memang gak setiap kali dimuntahkan sih, hanya beberapa kali aja. Mana yang saya minumkan susu S-26 lagi, waktu itu suami yang beli, susu yang paling mahal lagi. Trus dimuntahin pula.

Lalu saya coba browsing-browsing apa penyebab bayi ASI memuntahkan susu formula saat diberikan? Penyebabnya ada beberapa. Pertama, karena intoleransi terhadap susu formula. Kedua karena memiliki alergi atau intoleransi terhadap protein susu sapi. Intoleransi adalah suatu kondisi dimana sistem pencernaan kesulitan untuk mencerna laktosa, gula alami yang terdapat di dalam susu. 

Rasanya untuk alasan kedua tidak mungkin, karena saya dan suami tidak punya riwayat alergi keduanya. Bisa jadi penyebabnya adalah alasan pertama. Seperti kita tahu memang susu formula mengandung banyak fruktosa. Jadi mungkin lambung bayi menolak ada makanan atau minuman yang tidak cocok dengan tubuhnya, istilahnya imunitasnya menolak akan hal itu. Untungnya muntahnya tidak disertai gejala lain seperti demam, kolik, diare, dsb. Pupnya juga masih lancar.

Reality VS Ego

Akhirnya saya stop dulu sementara untuk pemberian susu formulanya. Saya curhat ke dokter, bahwa saya melakukan pemberian sufor, dokternya menyarankan untuk stop terlebih dahulu. Tohkan ASI ibunya keluar kan? Ya kalau keluar, gak usah ditambah-tambah sufor ya bu. Kecuali kalau memang ASI nya gak keluar sama sekali. Sambil senyum sih ngasih taunya, tapi kok ya jleb banget ya? 😆

Disini saya langsung sadar, oh iya bener juga, ASI saya lancar. Ini mungkin bentuk keegoisan saya, saya mau datang ke acara tapi gak bisa dengan memakai cara instan, memberikan sufor tapi Rissanya menolak hal itu. Hmm oke sejak saat itu saya beneran menolak tiap undangan yang datang. Entah kenapa sesaat setelah lahiran undangan blogger itu banyak aja. Saya katakan banyak karena sebulan bisa lebih dari 3 barangkali. 3 kok banyak? Ya, karena memang udah setahun saya sudah jarang ambil event keluar rumah, jadi saya banyak ambil job di rumah aja, makanya 3 event aja saya bilang banyak 😆. Plis jangan dicompare dengan momblogger lainnya ya yang sehari bisa keluar untuk 3 event.

Saat saya menulis ini, sekarang Rissa sudah berusia 3 bulan, saya sudah punya stok ASI di kulkas. Yah gak banyak sih, tapi setidaknya saya punya tabungan kalau ada keadaan sedang mendesak.

Kejar Tayang ASI Eksklusif

Sejak Rissa hadir, saya udah gak mau terlalu ngoyo, istilahnya, udah berkomitment : kalau memang nanti ASI saya gak keluar, saya gak perlu berkecil hati, trus baper liat stock ASI moms lainnya di kulkas segambreng-gambreng, yaudah pikirkan solusi lain, yaitu minum booster ASI kek, atau kasih susu formula. Dibilang anak sapi? Sabodo teuinglah. Daripada anak kita gak minum susu? Gitu aja prinsip aku. Woles aja. Tapi alhamdulillahnya justru ASI saya lancar jaya. Tuhan memang Maha Tau saya gak punya budget buat beli susu formula yang aduhai mahalnya 😋

Nah karena ASI saya supply > demand, makanya sekarang saya kejar tayang untuk bisa memenuhi stock ASI di kulkas. Tapi saya juga gak mau egois. Saya pumping juga pakai teori, "Kalau payudara saya bengkak, anaknya tidur, baru saya susui. Tapi kalau anaknya masih bangun, disamping saya, atau bersama saya all day, sebaiknya disusui langsung." Kalau dulu waktu Narend, saya malah pakai prinsip, saya harus stock ASIP di kulkas sebanyak-banyaknya, supaya saat saya pergi, ada stock ASI di kulkas. Tapi yang ada malahan, kalau kebanyakan ASInya di kulkas, trus lama kelamaan ASI-nya jadi expired 😓

Menyusui Penuh Perjuangan

Saya percaya bahwa setiap moms yang menyusui, pasti ada cerita perjuangannya masing-masing. Sama seperti saya. Waktu 3 bulan pertama ini, saya benar-benar stres! Bukan karena ASI saya gak keluar. Tapi pertama, saya harus bisa berjuang untuk bisa kerja lagi, karena sudah selama 1 tahun blog saya gak keurus, bisnis saya juga berantakan gak jelas. Realitis aja, karena saya butuh pemasukan, jadi saya lumayan stres aja karena saya harus bisa membangun blog saya yang sudah drop banget, sementara stock ASI saya gak banyak. Suami sih gak pernah mengeluh soal perekonomian rumah tangga kami, tapi ada satu target yang harus kami penuhi, makanya aku agak stres aku gak bisa kerja sama sekali.

Kedua, waktu me time saya benar-benar merasa hilang! Padahal sebelum lahiran yaudah tau juga, saya bakalan gak bisa kemana-mana, Bahkan buat beli sayuran aja saya gak bisa. Walaupun di rumah ada bala bantuan (mertua), tapi gak bisa diandalkan 100%, Mertua saya matanya sudah tidak bisa melihat dengan benar, jadi terpaksa untuk case-case tertentu saya harus turun tangan sendiri, seperti ganti popok, memandikan Rissa, dan sebagainya. Padahal saat itu saya harus bekerja. Disini benar-benar waktu kerja saya merasa terenggut dan saya gak bisa ngapa-ngapain. Bahkan untuk ke kamar mandi aja saya gak bisa.

Ketiga, waktu istirahat saya sangat kurang. Rissa memang bukan tipe anak yang tengah malam terbangun, tapi kalau siang hari, sebenarnya saya bisa bekerja, tapi Rissa malah terbangun, dan saya harus menjaganya. Akibatnya saya harus menjaganya, dan kerjaan saya terbengkalai. Gak cuma istirahat siang atau malam sih, terkadang untuk istirahat dari pekerjaan rumah aja saya gak ada waktu. Setelah seharian saya bekerja di rumah, beres-beres, memasak, mencuci, rasanya saya ingin sesekali merasakan nikmatnya sprei di kamar yang dingin. Disini saya benar-benar tidak bisa merasakan hal itu.

Keempat. Suami yang tiba-tiba suka tempramental kalau saya lagi on fire. Entah karena suami juga merasa sama-sama capek, akhirnya kami sama-sama meledak, atau memang tidak terima saya emosian. Jadinya karena dalam keadaan sama-sama capek, di rumah jadi berantem terus.

Kelima. Narend yang gak bisa dibilangin. Setiap kali mengganggu waktu tidurnya Rissa. Akibatnya? Rissa jadi terbangun lagi, saya jadi gak punya waktu me time sama sekali. Jangan ditanya deh saya ngomelnya udah kayak apa. Yang pasti ini jadi penyumbang terbesar saya stres.

Gak jarang saya sering menangis karena saya gak kuat menyusui. Banyak banget kondisi yang membuat saya terkadang drop. Tapi saya gak bisa menuruti kondisi. Pikiran ini benar-benar harus dalam kondisi positive thinking supaya aliran ASI saya tetap lancar.

Relax for A While

Akhirnya saya berpikir, keadaan yang bisa memicu stres harus saya cari jalan untuk saya bisa survive. Karena tujuan akhir saya adalah supaya bisa lulus dan lancar menyusui sampai 2 tahun, akhirnya saya mencari cara, gimana caranya saya bisa sedikit mencuri waktu di sela-sela waktu istirahat saya yang minim untuk bisa menikmati me time.

Salah satu me time saya adalah membaca buku, menonton youtube, panggil Go Life (go massage ke rumah) atau juga disempatkan tidur di saat Rissa tidur. Mau gak mau, saya harus ikutan tidur supaya stamina saya tetap terjaga.

Lalu solusi berikutnya, saya bekerja sama dengan suami untuk bisa membagi waktu dengan adil dan seksama. Kalau saya sudah selesai menyusui, suami gak punya pendingan kerjaan, sedang free, sedangkan saya masih banyak pendingan kerjaan, saya memintanya untuk menjaga Rissa, supaya kerjaan saya bisa selesai, dan pekerjaan rumah juga tidak terbengkalai.

Intinya sih, apapun kondisinya, saya harus tetap bisa menyusui hingga 2 tahun. Saya yakin kalau keyakinan diimbangi dengan semangat, insyallah semua pasti ada jalannya.

Semangat untuk semua ibu-ibu yang sedang menyusui ya. Semoga artikel saya bisa bermanfaat 😊

Comments

Contact Form

Name

Email *

Message *