My world about breastfeeding and parenting

Tuesday, July 16, 2019

Hansaplast Spray Antiseptik, Si Pembersih Luka #GakPakePerih



Yang namanya anak-anak, pasti gak lepas sama dunianya bermain. Contohnya Narend, termasuk anak yang aktif. Mungkin bisa dibilang hiperaktif kali ya, karena memang susah banget disuruh duduk diam manis gitu. Ada aja yang dikerjakan, dan selalu aktif seharian penuh. Nah, saking aktifnya itu yang terlalu over, dia pasti sering terjatuh. Kalau jatuhnya di rumah sih masih gak apa-apa ya. Pernah waktu itu kira-kira 2 tahun lalu saya sedang ada acara di Jakarta, kebetulan saya sedang mengajak dia ke venue. Karena memang anaknya gak mau diam, loncat-loncatan terus, akhirnya terjatuh, dan finally dagunya sobek dong 😩 Bleeding atau berdarah terus menerus, dan akhirnya saya langsung membawanya ke rumah sakit. Untuk pertolongan pertama saya memberikan alkohol dan obat merah, supaya darahnya tidak keluar terus menerus. Dia bilang, rasanya perih dan sakit banget. Akhirnya membuat nangis terus menerus dan trauma. Kok kayaknya saya sedih banget ya lihat dia terluka begitu 😓 Saya gak tega melihatnya menangis setiap saya berikan obat merah. Nah, searching-seraching ternyata ada obat luka yang gak pakai perih. Katanya Hansaplast Spray Antiseptik. Ada yang sudah pernah coba moms? 😊


Nah, di tulisan kali ini saya mau sharing pengalaman anak saya, Narendra selama menggunakan Hansaplast Spray Antiseptik ini.

Mungkin sebagian besar moms yang memiliki anak usia toddler sekitar 3-5 tahun, pasti anak-anak sedang aktif-aktifnya bergerak. Di usia ini anak-anak lebih suka eksplor dunia luar. Saya bukanlah tipe orangtua yang melarangnya bermain, saya selalu memberikan kebebasan pada anak saya. asalkan dia bisa disiplin sesuai jadwal. Kapan harus makan, kapan harus belajar dan kapan harus bermain.



Nah, karena rasa ingin tahunya itu tinggi, tidak jarang anak-anak pasti akan sering terjatuh, dan biasanya jika jatuh akan meninggalkan luka.



Tentang Luka

Yang biasa saya pakaikan saat anak saya terluka adalah obat merah. Obat merah mengandung Iodine. Nah, biasanya pemberian obat merah akan disertai dengan rasa perih. Terlebih lagi saya memakaikan alkohol dulu, baru obat merah. Maksud hati sih bertujuan alkohol sebagai blood stopper (pemberhenti darah), supaya darahnya gak mengucur terus, lalu setelah itu saya pakaikan obat merah.

Tapi ternyata langkah itu salah moms.
Obat merah memang mencegah bakteri, tapi bukan pembersih luka. Iodine dan alkohol justru membuat kulit kering dan memperlambat proses epitalisasi.

Cara Pembersihan Luka Yang Benar


Yaitu kita bisa membersihkan secara biologis dan fisik. Lalu tutup luka dengan plester. Dan bersihkan luka kembali setiap mengganti plester.

Tentang Perawatan Luka


Pernah mendengar gak, kalau saat luka itu lebih baik jangan ditutup plester, tapi dibiarkan terbuka saja terpapar udara, supaya lukanya cepat sembuh? Ternyata itu mitos ya moms!

Biasanya kandungan di dalam produk pembersih luka yang suka kita temukan dijual bebas itu, mengandung bahan yang bisa menyebabkan sakit perih dan meninggalkan bekas luka. Memang jadi PR ya moms, menyembuhkan luka tanpa rasa sakit pada anak aja sudah PR, apalagi menghilangkan bekas lukanya?

Yang namanya terkena luka, tetap kita prioritaskan untuk perawatan lukanya, lukanya harus tetap bersih dan terlindungi.  Nah, ini sebabnya mengapa setelah membersihkan luka, orang harus selalu mengoleskan plester pada daerah yang terkena luka. Lha, kalau pakai plester nanti lukanya lembab dong? Ya gak dong moms, semua plester Hansaplast bisa bernapas dan melindungi luka dari luar, jadi kotoran dan bakteri tidak bisa menembus dan resiko terhadao infeksi juga jadi berkurang. Bantalan luka itu bisa melindungi dari pengaruh luar seperti gesekan dan tekanan.

Jangan digaruk!


Pernah mendengar gak moms, kalau sedang proses recovery luka yang setengah kering itu jangan digaruk, karena bisa meninggalkan bekas? Yes, itu benar. Karena pada saat kita garuk, itu sama saja kita membuka luka, dan memasukkan kembali bakteri ke dalam luka. Jadi bisa mengakibatkan infeksi.

Alkohol efektif untuk membunuh kuman. Is that right?


Salah. Penggunaan alkohol pada luka sebenarnya kurang tepat, terkhususkan untuk anak-anak dan kulit yang sensitif. Karena alkohol itu bukan hanya membunuh bakteri, tapi juga membunuh sel kulit yang masih hidup, sehingga memperlambat proses penyembuhan luka.

Macam-macam luka


Di bawah ini ada beberapa macam luka yang sering kita temukan. Ada luka bekas terpotong benda tajam, beset atau baret, luka bakar, luka bekas jahitan, dan sebagainya.



Dan biasanya untuk proses recovery luka memakan waktu 2-4 minggu. Dan biasanya luka itu paling sering kita temukan luka di bagian lutut atau tangan. Mau luka ringan, atau besar, kita tidak boleh abaikan, karena bisa menyebabkan infeksi.


Bagaimana Proses Recovery Kulit Bila Terkena Luka?


Lalu bagaimana proses recovery luka? Kira-kira secara biologis seperti ini :


Pertama-tama, trombosit akan kehilangan darah, lalu terjadilah pembentukan fibrin. Sel-sel inflamasi membersihkan luka yang sering kita rasakan perih, atau nyeri. Lalu mulailah proliferasi pembentukan sel-sel baru.

Hansaplast Spray Antiseptik


Untuk itulah Hansaplast menjawab kebutuhan para moms, khususnya saya, dengan meluncurkan obat luka yaitu, Hansaplast Spray Antiseptik, pembersih luka yang praktis dan tidak menimbulkan perih.


Ada 3 keunggulan dari Hansaplast Spray Antiseptik ini


1. Kandungan utamanya adalah Polyhexanide (PHMB), zat antiseptik yang banyak digunakan oleh para dokter, membantu mencegah dan mengatasi infeksi.
2. Tidak perih
3. Tidak meninggalkan noda dan tidak berbau
4. Aman digunakan. Tolerabilitas lebih tinggi, efek samping lebih sedikit dibandingkan dengan zat antiseptik yang lain. Mengandung bahan aktif 0,1% Decyl Gluciside Tenside dan 0,04% Polihexanide (PHMB) dalam Larutan Ringer.

Dan ternyata setelah saya cari tahu, zat PHMB ini sudah banyak digunakan di klinik dan rumah sakit tidak dijual bebas, tapi Hansaplast sudah memformulasikan zat antiseptik tersebut agar tersedia dalam bentuk Over the Counter, yaitu produk yang dijual bebas tanpa resep dokter.

Mengapa Harus Membersihkan Luka?


Saat kulit terluka, lapisan pelindung kulit sedang rusak dan memungkinkan debu kotoran dan bakteri untuk masuk ke dalam tubuh, nah ini bisa menyebabkan infeksi pada luka yang akan menghasilkan kerusakan lebih jauh pada kulit dan penundaan proses penyembuhan. Kalau tidak cepat dibersihkan, infeksi bisa menyebar ke bagian kulit yang lebih dalam dan dapat mengakibatkan kondisi yang lebih serius.


Bagaimana Cara Membersihkan Kulit Bila Terkena Luka?


Ada 3 langkah mudah, yaitu Bersihkan, Lindungi, dan Sembuhkan.

1. Bersihkan Luka


Pertama membersihkan dulu kulit kita yang terkena luka dengan Hansaplast Spray Antiseptik. Gunanya untuk mencegah infeksi dengan cepat dan tanpa rasa sakit. Semprot dari jarak kurang lebih 10 cm ke seluruh area luka.


Untuk mendapatkan Hansaplast Spray Antiseptik ini sudah tersedia di Guardian, Watsons, Alfamart, Alfamidi, Lion Superindo, Giant, Hypermart dan MTI Platinum.

Harganya IDR 45.000

2. Lindungi Luka


Melindungi luka dari pengaruh eksternal seperti kotoran atau bakteri untuk memulai penyembuhan agar tidak terganggu.



Tutup luka yang telah dibersihkan dengan berbagai jenis plester dari Hansaplast sesuai dengan kebutuhan.

Kenapa luka harus dilindungi? Untuk mencegah kontaminasi dari lingkungan, menyerap kotoran luka dan darah, memberi bantalan perlindungan terhadap pengaruh external, air dan kuman, serta mendukung penyembuhan luka.


Kenapa harus pakai Hansaplast? Karena Hansaplast terbuat dari bahan yang breathable untuk membantu proses penyembuhan luka. Wound pad atau bantalan lukanya juga dengan kualitas tinggi. Kain elastisnya nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Disarankan untuk mengganti plester Hansaplast elastis secara berkala ya mom.

3. Sembuhkan Luka


Gunakan salep penyembuh luka secara teratur sampai sembuh total.

Apa manfaat dari salep penyembuh luka ini?
2x lebih cepat menyembuhkan luka, mengurangi resiko terjadinya bekas luka, dan bisa digunakan pada luka bakar minor and sunburn. Aman juga digunakan untuk bayi yang ruam popok, anak-anak dan kulit yang sensitif.

Apa keunggulan dari salep ini?
Membantu menyembuhkan luka rasa tanpa perih. Tidak berwarna, tidak berbau. Tidak menggunakan pewarna, pewangi, pengawet atau substansi yang berasal dari hewan. Nyaman digunakan untuk gaya hidup modern dan aktif. Aman digunakan dengan tolerabilitas tinggi dalam menyembuhkan luka.

Cara penggunaannya :
Gunakan secara teratur sampai lukanya benar-benar sembuh. Salep ini bisa digunakan pada luka terbuka berukuran kecil di tahap penyembuhan manapun. Jika perlu, luka bisa dilapisi dengan plester Hansaplast. Pastikan ujung tube salep tidak bersentuhan dengan luka ya moms.

Untuk mendapatkan salep ini bisa di Guardian, Watsons, Lion Superindo, Giant, Hypermart dan MTI Platinum.

Harganya IDR 50.000

Gak hanya untuk Narend, tapi juga Hansaplast Spray Antiseptik ini berguna untuk saya, terlebih lagi saya sebagai ibu rumah tangga, sering mengalami kecelakaan kecil di dapur, seperti jari terpotong pisau atau benda tajam lainnya.


Langsung aja saya semprotkan Hansaplast Spray Antiseptik ini supaya tidak infeksi. Langsung saya balut dengan menggunakan plester Hansaplast. Jadi saya siap bekerja kembali lagi tanpa rasa nyeri deh di rumah 😊

Jadi di rumah saya selalu siap sedia ketiga perlindungan luka dari Hansaplast, sebagai P3K di rumah dan di perjalanan.

Nah, itulah share pengalaman saya selama menggunakan Hansaplast Spray Antiseptik. Beneran gak ada rasa nyeri sedikitpun, dan sayapun sudah insyaf menggunakan alkohol sebagai P3K saat terjadi luka.

Semoga bermanfaat ya moms 😊

0 comments:

Post a Comment

Bookmark Us

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search

The Urban Mama

Mau email update seputar MPASI ?

Siapa sih bunda Oline?

Artikel yang banyak dibaca Bunda

Nyari Seputar apa Bunda ?

Menu Utama

Copyright © Mommy's World | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com